Posts

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan berita yang muncul, baik dari media sosial maupun media massa di Indonesia terkait uang senilai Rp 80 juta. Beredarnya berita terkait prostitusi online yang melibatkan selebriti tanah air, Vanessa Angel yang ditangkap di Surabaya pada awal tahun 2019. Berita ini tentu menarik perhatian pembaca dan netizen.

Kali ini excellence.asia tidak dalam edisi mengupas tuntas berita Prostitusi Online yang melibatkan deretan aktris terkenal di Indonesia, ya. Namun excellence.asia akan memberikan rekomendasi buat kamu yang memiliki Rp 80 juta bisa dimanfaatkan untuk hal yang jauh lebih positif dan bermanfaat, yaitu mengembangkan bisnis.

Sebagai entrepreneur kamu tentu memiliki modal, baik dari sisi materi maupun pengetahuan dan skill dalam berbisnis. excellence.asia sebagai platform training di Indonesia menawarkan pengembangan bisnis untuk pemilik perusahaan hingga pemilik UKM di Indonesia.

Apa saja ya, yang bisa kamu peroleh dengan Rp 80 juta di excellence.asia?


excellence.asia Menawarkan Pilihan Inhouse Training untuk Mengembangkan Kualitas SDM Perusahaan

Jika kamu adalah seorang Human Resources dalam perusahaan, jelas kamu bisa menghabiskan Rp 80 juta untuk menemukan berbagai jenis pelatihan pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia di www.excellence.asia.

Platform excellence.asia memiliki beberapa kategori pilihan inhouse training, mulai dari Business, Personal Development, Information Technology, Design, Marketing, dan Lifestyle.

Misalnya dari aspek pengembangan bisnis, perusahaan kamu bisa memperoleh inhouse training dengan tema Dealing with Difficult People dengan kapasitas 30 peserta seharga Rp 20 juta.

Kemudian kamu masih bisa memperoleh berbagai tema inhouse training lainnya dengan kisaran harga mulai dari Rp 2 juta (1 day training) hingga Rp 80 juta. Kamu bisa mengembangkan kualitas SDM di perusahaan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan pengembangan skill dari trainer-trainer yang kompeten dan berpengalaman.

excellence.asia Menawarkan Program Pelatihan Gratis bagi UKM Indonesia

Uang Rp 80 juta untuk para pebisnis pemula jelas sangat berarti karena menjadi modal bisnis. Nah, jika kamu memiliki uang Rp 80 juta yang telah habis untuk modal bisnis kamu, jangan khawatir. Kamu masih bisa memperoleh program pelatihan untuk Small and Medium Business Owner bersama EXCELLOKA by excellence.asia. Bahkan EXCELLOKA ini tidak membutuhkan uang Rp 80 juta karena kamu bisa mengikuti pelatihan gratis dengan total 30 kelas.

EXCELLOKA diambil dari kata excel (percepatan) dan loka (dimensi) berarti dimensi percepatan. EXCELLOKA yang diusung excellence.asia diharapkan menjadi dimensi bagi UKM di Indonesia untuk mempercepat pengembangan bisnisnya. Para pelaku bisnis UKM diajak untuk mengikuti pelatihan secara berkesinambungan agar dapat mengembangkan usahanya dan mampu bersaing di perekenomian lokal, nasional, bahkan internasional. Pelatihan ini membuka peluang bagi para pengusaha di Indonesia untuk bisa membangun bisnis terkemuka.

Bagaimana Konsep EXCELLOKA?

EXCELLOKA 2019 menawarkan pelatihan bisnis bagi UKM dengan kategori Culinary, Fashion and Craft, serta Service Business dengan total pelatihan sebanyak 30 kelas mulai dari Januari – Mei 2019.

Dapat diikuti oleh UKM di bidang Service, Trading, atau Manufacturing

EXCELLOKA ditujukan untuk UKM yang aktif menjalankan bisnisnya. Semua calon peserta akan disaring dan dibagi menurut klasifikasi bisnisnya, yaitu Service, Trading, atau Manufacturing.

Penilaian Kesehatan UKM sebelum dan setelah program

Sebelum mengikuti EXCELLOKA, semua UKM akan diukur tingkat kesehatan investasi-nya (SME’s Soundness) menggunakan metode yang dikembangkan oleh SBM ITB*. Lalu kemudian pengukuran akan dilakukan kembali setelah selesai mengikuti EXCELLOKA sehingga tingkat keberhasilannya dapat diukur dengan obyektif.

Metode yang digunakan adalah yang terbaik

EXCELLOKA menggunakan metode Blended Learning yang merupakan perpaduan antara Self-Paced Learning melalui media online yang terintegrasi dengan Face-to-Face Learning melalui kelas workshop.

Self-Paced Learning akan fokus kepada teori sehingga setiap peserta dapat belajar sesuai dengan kecepatan dan kebutuhan masing-masing.

Face-to-Face Learning akan fokus kepada praktek sehingga peserta dapat secara langsung mempraktekkan apa yang didapatkan dan melakukan diskusi dengan trainer maupun peserta lainnya.

Klik dan Daftar EXCELLOKA Sekarang!

Modul yang menyeluruh untuk keunggulan bisnis UKM

EXCELLOKA dibagi menjadi 5 bagian besar yang disebut LOKA sesuai dengan hal-hal yang dibutuhkan oleh UKM dalam mengembangkan bisnis, yaitu Marketing, Good Governance, Finance, Operation, serta Human Resources.

Setiap LOKA akan dibagi menjadi beberapa sub-bagian yang disebut MODUL dan masing-masing MODUL akan terdiri dari dua komponen, yaitu Self-Paced Learning melalui online dan Face-to-Face Learning melalui kelas workshop yang saling terintegrasi.

Setiap MODUL akan dilengkapi dengan To Do List sehingga peserta dapat langsung mengetahui apa yang harus dilakukan aktual dalam masing-masing bisnis.

Self-Paced Learning dalam setiap MODUL akan dipublikasikan di Youtube Channel excellence.asia

Bukan hanya di Jabodetabek

Untuk memperkenalkan EXCELLOKA di luar Jabodetabek, setiap bulan akan dilakukan EXCELLOKA Roadshow di Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Makassar, dan Palembang.

Jadi, tunggu apalagi? Jangan lewatkan kesempatan dan lupakan Rp 80 juta. Buruan kembangkan bisnis kamu bersama EXCELLOKA dan temukan pelatihan SDM berkualitas di excellence.asia

Sekarang #CumaButuhKomitmen untuk Mengembangkan Bisnis Kamu

“Kita melewati sistem edukasi biasanya hanya fokus di satu bidang. Namun dalam berbisnis gak bisa hanya mengandalkan satu bidang saja. Saya merasa bahwa bisnis itu seperti seni, karena kita harus bisa menjaga keseimbangan beberapa aspek sekaligus, mulai dari sisi operasional, marketing, finance, bahkan human resources,” kata Angela Kurniawan, Founder and Creative Director bits & bobs.

Dimulai sejak 2015, bits & bobs menjadi salah satu brand lifestyle asli Indonesia yang mengangkat tema ‘urban-creative-millenial’. Fokus dari brand ini adalah memproduksi bags dan stationery yang simple, personal, dan fungsional. Generasi milenial yang saat ini menjadi mayoritas konsumen membuat para entrepreneur tergiur untuk membangun bisnis kreatif. Jelas hal ini menjadi peluang yang tidak boleh dilewatkan. Benarkah generasi milenial menjadi pasar bagi bisnis kreatif?

“bits & bobs memiliki keunikan karena bags dan stationery yang diproduksi dan dijual punya personality yang relatable dengan anak muda jaman sekarang. Produk kami memiliki kekhasan karena menampilkan statement yang populer di kalangan generasi milenial” papar Founder and Creative Director bits & bobs.

Angela Kurniawan (Founder & Art Director bits & bobs)

Perempuan yang akrab disapa Angela telah meraih gelar Bachelor of Art in Graphic Designer di Limkokwing University, Malaysia dan MA Arts and Design by Independent Project at University of Brighton, UK. Tahun 2014-2015 ia sempat berkarier sebagai Art Director di Iris Worldwide, Jakarta. Kini, ia menjadi seorang entrepreneur dan mengembangkan bisnis yang ia beri nama bits & bobs. Dalam wawancara dengan excellence.asia ia menceritakan suka duka nya dalam berbisnis. Sebagai entrepreneur muda, dirinya mengaku hal ini tidak mudah. Angela memulai bisnis bits & bobs karena memiliki passion untuk bisa menciptakan produk yang memiliki value bagi penggunanya.

“Jadi setelah kerja selama 5 tahun dan mengenal industri kreatif dengan baik, ketika kerja di UK saya sering pergi ke galeri dan melihat concept store. Dari situ saya menemukan minat saya itu di bidang merchandise dan aksesoris. Dan saya tuh selalu suka ketika ke tempat-tempat seperti itu untuk mengulik ide di balik karya seni atau produk mereka. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk memulai bisnis bits & bobs, pengennya setiap produk bits & bobs itu mempunyai meaning untuk setiap penggunanya, ga cuma sebagai komoditi saja, tetapi sebagai bagian dari diri mereka,” ungkap Angela.

Keberanian mengambil keputusan untuk memulai bisnis dan melepaskan karirnya menjadi langkah awal Angela mengembangkan bisnis. Sebagai seorang desainer, dirinya ingin membagikan karyanya kepada masyarakat. Tak disangka, Angela menjadi salah satu bukti bahwa generasi milenial Indonesia bisa menjadi seorang entrepreneur sukses. Hingga saat ini rata-rata dalam sebulan ia berhasil menjual >250 produk.

“Nama bits & bobs ini saya sering denger ketika di UK yang artinya ‘an assortment of little things’. Di sana istilah ini jadi frase sehari-hari yang sering digunakan. Kebetulan dari awal kan saya juga suka dengan printilan, hal-hal yang kecil-kecil. Jadi, ya karena mulainya juga dari sesuatu yang kecil itu saya berharap apa yang saya buat bisa memberikan dampak yang besar,” kata Angela.

Apakah perlu melakukan market research dalam berbisnis?

Sebagai entrepreneur, kita perlu melakukan market research agar bisnis kita bisa berkembang. Apa itu market research?

“Market research is the  process of gathering, analyzing and interpreting information about a market, about a product or service to be offered for sale in that market, and about the past, present and potential customers for the product or service; research into the characteristics, spending habits, location and needs of your business’s target market, the industry as a whole, and the particular competitors you face.” (Entrepreneur.com)

Saat ngobrol dengan Angela, ternyata untuk bisa mengembangkan bisnisnya ia melakukan market research selama hampir 10 bulan. Ia memulai dengan berjalan-jalan di pasar untuk melihat kualitas bahan-bahan yang digunakan. Tidak hanya itu, Angela tidak segan-segan membeli produk-produk di pasar yang sesuai dengan konsep bisnisnya.

“Awalnya saya melakukan eksperimen dari yang ada di sekitar, jalan-jalan ke pasar, lihat kain yang bagus itu yang seperti apa. Yang menarik di mata dibeli dulu, terus saya juga mulai cari-cari penjahit,” kata Angela.

Angela juga bercerita bahwa ia merasa kesulitan menemukan penjahit yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Hingga dirinya memutuskan untuk belajar menjahit agar ia memahami bagaimana mengkonstruksi sebuah produk, mulai dari pouch dan tas.

Ia menjual produk-produk hasil karyanya, tetapi hal ini juga tidak berjalan dengan mudah. Hal tersulit yang dihadapi ketika Angela mengetahui bahwa produknya kurang diminati oleh masyarakat. Angela banyak melakukan eksperimen dan inovasi produk, hingga melakukan kurasi untuk menemukan produk yang ‘pas’ untuk dijual.

Sampai akhirnya saya menemukan kalau bits & bobs ini arahnya lebih ke statement bag. Waktu itu saya juga ikut bazar sambil melihat selera pelanggan. Oktober 2015 saya ikut Catalyst Art Market, dimana saat itu banyak anak-anak agency, desainer, dan illustrator terlibat. Nah ketika saya bikin pouch dengan tulisan seperti artist designer, traveler, blogger, ternyata segmennya bener-bener pas. Ketika itu saya memproduksi 3 lusin, dan langsung abis. Oke, itu menjadi momen penentuan kalau ini loh sebenernya yang market suka, dan voice nya bits & bobs ke situ. Abis itu saya memantapkan untuk menentukan ini branding yang mau kita tuju,” cerita Angela.

Memulai bisnis dengan memanfaatkan media sosial

“Dari awal kita memulai bisnis melakukan marketing secara online melalui Instagram. Kita juga mengikuti acara-acara bazar dan membagikan kartu nama. Dari situ kita mengembangkan strategi pemasaran,” kata Angela.

Dengan mengikuti bazar ada beberapa pihak yang memberikan tawaran agar bits & bobs di jual di store mereka, bahkan beberapa di shopping mall. Angela mengakui ada kesinambungan antara online dan offline marketing. Banyak pelanggan yang akhirnya melakukan pembelian online karena mereka mengenal bits & bobs di bazar, dan sebaliknya. Tidak hanya itu, seiring berjalannya waktu bits & bobs juga mengajak influencer untuk melakukan promosi, tentunya dengan melakukan seleksi agar bisa menemukan influencer yang sesuai dengan visi dan misi bisnis bits & bobs.

Hingga saat ini bits & bobs melakukan beberapa metode promosi, mulai dari Instagram Ads dan ikut menjual produknya di salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Inovasi promosi juga dilakukan melalui Workshop Basic Sewing Class, yakni kursus penjahit bagi pemula.

Relationship jadi kunci keberhasilan

Dalam berbisnis ternyata relationship memegang peran penting. Apalagi jika kamu merupakan seorang pemula. bits & bobs bisa jadi inspirasi kamu untuk memperluas jaringan bisnis. Angela sebagai founder dengan background seorang desainer tentu perlu belajar banyak untuk bisa menjalankan bisnisnya. Mulai dari bagaimana membangun sistem operasional, sales, legal, hingga finance semuanya harus dipelajari.

“Saya banyak belajar dari teman, family, dan komunitas. Contoh paling simple adalah soal laporan laba rugi. Dulu saya gak paham apa itu laporan laba rugi. Salah satu caranya ya saya banyak tanya dengan orang-orang yang lebih berpengalaman,” ungkap Angela.

Angela juga menceritakan bahwa saat ini dia bisa membawa bits & bobs sebagai member dari Jakarta Creative Hub karena ia banyak terlibat dengan acara dan komunitas di Jakarta. Termasuk hingga saat ini ia bisa membawa bits & bobs ke Singapura.

Berikut beberapa Stockist yang bekerja sama dengan bits & bobs

1. MACAN Museum (AKR Tower Level MM, Jalan Perjuangan No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta)

2. dia.lo.gue Artspace (Jl. Kemang Selatan No. 99A, Jakarta)

3. People’s Project (Kuningan City UG Floor, Jakarta)

4. Lakon Store (Mall Kelapa Gading 5, Lt 1, Jakarta)

5. Kopi Toko Djawa (Jl. Braga No.79, Bandung)

6. Lawangwangi Creative Space (Jl. Dago Giri No. 99A, Bandung)

7. Other Rag Enterprise (Jl. Untung Suropati No. 83, Surabaya)

8. Pasar Pasaran (1, Jl. Kayu Cendana, Seminyak, Bali)

9. Megafash (Suntec City/ Marina Square/ Great World City – Singapore)

“Dulu, saya cari bahan sendiri, terus ke penjahit, dan ke tukang sablon, semua dilakukan di vendor yang berbeda-beda. Operational cost nya gede banget, dan banyak buang waktu. Belum lagi kalau ada defect product. Hingga dua tahun yang lalu akhirnya saya bisa kerjasama dengan supplier tunggal. Saya dapat supplier tunggal ini dari ngobrol, nanya-nanya orang, dan kenalan,” kata Angela.

Jadi entrepreneur harus terus belajar

Sebagai seorang entrepreneur muda, Angela tidak pernah berhenti untuk belajar. Dirinya percaya bahwa belajar menjadi salah satu kunci sukses dalam berbisnis. Ia melakukan proses ini sejak masih bekerja dengan banyak berkunjung ke galeri dan concept store.

Selain menjaga relationship dan membangun jaringan, Angela juga mengikuti kompetisi. Hal ini dilakukan agar ia bisa termotivasi untuk mengembangkan skill dan knowledge dalam berbisnis.

“Saya mengikuti EXCELLOKA beberapa waktu lalu. Ini dilakukan supaya saya bisa upgrade skill dan pengetahuan. Dalam pelatihan bersama EXCELLOKA saya bisa berkonsultasi dengan trainers yang approachable. Hal-hal yang rumit bisa jadi simple. Paling berkesannya lagi adalah EXCELLOKA bisa diikuti gratis oleh entrepreneur, karena saat ini rata-rata business coaching itu bisa diperoleh dengan biaya yang cukup mahal. Saya senang bisa jadi mentee di EXCELLOKA ” kata Angela.

Tahun 2018 akan segera kita lewati. Ada banyak milestones yang sudah berhasil kami capai di tahun 2018 ini. Itu semua tidak akan mungkin kami capai tanpa dukungan semua pihak, termasuk Anda 🙂

Berikut adalah 5 milestones yang sudah berhasil kami capai selama 2018:

1. Meluncurkan EXCELLOKA dalam Pembukaan Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia

excellence.asia sebagai training marketplace di Indonesia yang juga merupakan start-up binaan IDX Incubator meresmikan program EXCELLOKA. Peresmian ini dilakukan bersama dengan Pembukaan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Peresmian dilakukan pada 6 Maret 2018 oleh Viktor Yanuar S (CEO dan Co Founder excellence.asia), Hamdi Hassyarbaini (Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan), Ferrarri Roemawi (Ketua Komite Tetap Kebijakan Pemerintah dan Publik Kadin Indonesia), Akhmad Syarbini (Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Bidang Koperasi, UKM, dan Agribisnis), dan Irwandi (Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta)

Pembukaan Perdagangan Saham di IDX

Hadirnya EXCELLOKA diharapkan dapat menjadi terobosan bagi excellence.asia untuk meningkatkan kualitas UMKM Indonesia. EXCELLOKA adalah program pelatihan berkelanjutan untuk UMKM Indonesia. EXCELLOKA diambil dari kata excel (percepatan) dan loka (dimensi) berarti dimensi percepatan. excellence.asia mengusung nama ini dengan harapan dapat menjadi dimensi bagi UMKM di Indonesia untuk bisa mempercepat perkembangan bisnisnya. Program ini akan dimulai 10 Maret 2018 di Jakarta.

“Melalui program EXCELLOKA, excellence.asia hadir memberikan pilihan kepada setiap bisnis dan individu dalam mendapatkan pelatihan, termasuk UMKM Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk mewujudkan ekosistem digital dalam industri pelatihan di mana pengetahuan dapat diakses oleh semua orang ‘tanpa batas’,” ungkap Viktor Yanuar S, CEO dan Co Founder excellence.asia.

dikutip dari berbagai media

2. Terpilih dalam Program Start-Up The Next Indonesian Unicorns (NextICorn)

“NEXTICORN ini merupakan langkah berikutnya untuk menampilkan Indonesia berikut startup-startup-nya kepada para investor global dan nasional agar startup dapat memperoleh pendanaan (funding), karena pemerintah mengerti permasalahan dalam mendapatkan funding, terutama di zona Missing Middle/Series B. Diharapkan nantinya startup-startup Indonesia dapat tumbuh dan mempunyai value di mata investor nasional dan global sehingga akan lahir unicorn-unicorn berikutnya di Indonesia,” jelas Menteri Kominfo Rudiantara

dikutip dari SIARAN PERS NO. 251/HM/KOMINFO/12/2017

Pada 2018 excellence.asia menjadi salah satu kandidat startup yang dipilih oleh Kominfo dalam program NEXTICORN. excellence.asia hadir dalam pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh Kominfo, baik di Jakarta maupun Bali. Program ini menjadi kesempatan untuk bisa membangun jejaring yang luas baik dengan para calon investor dan sesama startup e-commerce di Indonesia.

3. Berhasil Membina lebih dari 1650 Small Business Owner (UMKM) di 8 Kota Besar di Indonesia

Peserta EXCELLOKA di Semarang

EXCELLOKA by excellence.asia merupakan program pelatihan khusus bagi pengembangan pelaku bisnis UKM. Dimulai dari Maret 2018 EXCELLOKA telah menghadirkan 24 kelas pelatihan di Jakarta dan 7 kota besar lain, yakni Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Palembang, dan Makassar. Dalam kesempatan ini EXCELLOKA menghadirkan entrepreneur lokal untuk bisa berbagi tentang “bagaimana membangun dan mengembangkan bisnis”. Beberapa entrepreneur lokal yang digandeng oleh EXCELLOKA adalah Bandeng Juwana, Pempek Lince, Madhang Indonesia, HGL House, Guten Inc, Gambaran Brand dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, dalam program ini EXCELLOKA juga menggandeng pemerintah daerah untuk memberikan dukungan terhadap perkembangan UKM.

Program EXCELLOKA berhasil memberikan pelatihan untuk total 1.690 Small Business Owner (UMKM) di Indonesia. Semua Small Business Owner binaan EXCELLOKA mendapat kesempatan untuk belajar mengembangkan bisnis mulai dari sisi Marketing, Good Governance, Finance, Operation, serta Human Resources.

“Untuk UMKM ‘naik kelas’ banyak jalan yang harus dilalui, salah satunya dengan mengikuti pelatihan bersama EXCELLOKA”, ungkap Dra Litani Satyawati Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang.

dikutip dari JawaPos.com

4. Mendukung Indonesia Blockchain Network (IBN) dan BEKRAF dalam Indonesia Blockchain Forum

Pada 30-31 Oktober 2018 excellence.asia mendukung terselenggaranya BEKRAF Blockchain Forum di Balai Kartini Jakarta bersama Indonesia Blockchain Network (IBN).

Suasana saat Indonesia Blockchain Forum

IBN merupakan grup yang mengakomodasi dan memfasilitasi pertumbuhan teknologi aset digital di Indonesia. IBN bertujuan untuk membantu teknologi blockchain diadopsi dan diakui secara global, diimplementasikan dengan baik untuk merevolusi dan mengganggu bagaimana data, nilai, aset, dan kontrak berinteraksi dan ditransaksikan tanpa perlu pihak ketiga.

Dalam seminar bertema “Memperkuat Ekonomi Digital untuk Kesejahteraan Bangsa” hadir lebih dari 500 peserta yang terdiri dari pengembang, profesional, CEO, CTO, COO, karyawan, penggemar blockchain, kreatif, inovator, pengajar dan pelajar. Mereka hadir dan membangun jaringan untuk belajar, membagikan dan menjelajahi potensi dari teknologi baru ini.

5. Bekerja sama dengan MAKERFEST by Tokopedia Memberikan Pelatihan untuk Makers Indonesia

Foto bersama Founder Tokopedia

EXCELLOKA by excellence.asia berkolaborasi dengan MAKERFEST by Tokopedia untuk memberikan pelatihan untuk 120 Makers di kota Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Denpasar. EXCELLOKA memberikan Pelatihan Intensif selama 2 hari pada masing-masing kota dengan mengangkat tema tentang “Business Mastery to Action”.

Tidak hanya itu, EXCELLOKA juga memberikan pelatihan untuk para 24 finalis MAKERFEST pada 11-13 Desember 2018 di Century Park Hotel, Jakarta. Pada kesempatan ini hadir pula para pelaku bisnis sukses seperti Kopi Tuku, Ria Miranda, Manual.id, dan Filosofi Kopi untuk berbagi strategi dalam membangun bisnis.

“Kami mendapatkan tiga besar finalis dari setiap kota. Sejak awal Desember, 24 finalis terpilih dari seluruh Indonesia didatangkan ke Jakarta untuk mendapatkan sesi pendalaman bisnis dari excellence.asia sebagai lembaga konsultan bisnis independen,” kata Wiliam Tanuwijaya.

dikutip dari Merdeka.com

Demikian Kilas Balik excellence.asia 2018 dengan 5 milestones yang telah dilalui. Tahun 2019 akan menjadi tahun yang menarik bagi excellence.asia. Ada banyak program dan fitur yang sudah kami rencanakan dan semua itu kami lakukan untuk dapat mewujudkan visi dan impian excellence.asia agar pengetahuan dapat diakses oleh semua orang tanpa batas.

Selamat Datang 2019 !

Sekarang #CumaButuhKomitmen untuk mengembangkan bisnis kamu


“Aku belajar tentang bagaimana membagi peran dalam menjalankan bisnis. Apalagi aku masih menjalankan bisnis ini sendiri. Bersama EXCELLOKA aku belajar mulai dari konsep bisnis, hingga strategi membagi waktu dari proses produksi sampai pemasaran,” ungkap Camila Okdriana.

Camila Okdriana yang akrab disapa Mila merupakan seorang makers asal Magelang yang memulai bisnisnya di Yogyakarta. Mila memproduksi perhiasan dengan memanfaatkan bahan baku kayu yang dinamakan Alive Wooden Jewellery. Seperti apa kisah Mila dan perjalanan bisnisnya?

“Alive Jewelry adalah perhiasan bermaterial utama KAYU dan LOGAM dengan beberapa mix material seperti kulit, dan akrilik. Alive ingin membawa kayu lokal sebagai perhiasan yang berkualitas dari segi material yang longlasting dan desain yang original dengan mengangkat tema alam, budaya dan bentuk-bentuk di sekitar kita,” ungkap Mila dalam interview bersama excellence.asia.

Ikuti Pelatihan dan Kembangkan Bisnis Kamu Sekarang

Memulai bisnis dengan memanfaatkan limbah kayu

Mila memulai bisnis Alive Jewelry berawal dari saat ia masih studi di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Sebagai mahasiswa jurusan desain produk, Mila mengikuti praktek kerja lapangan di salah satu UKM yang memproduksi kacamata berbahan dasar kayu. Dari sini lah ia melihat ada banyak limbah kayu yang dibuang, sehingga ia terinspirasi untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi aksesoris.

“Dulu aku memang suka bikin aksesoris, tetapi masih menggunakan manik-manik yang tinggal aku rangkai. Nah mulai tahun 2015 itu saat sedang kuliah aku memberanikan diri untuk memproduksi limbah-limbah kayu menjadi aksesoris,” kata Mila.

Mila memanfaatkan limbah kayu dari tempat ia praktek kerja lapangan untuk diproduksi menjadi aksesoris. Mila mengedepankan desain yang simple dan modern. Dari situlah Mila membuat instagram dan memberi nama brand “Alive Jewelry”.

Modal minimalis dengan nilai produk berkualitas

Alive Jewelry menjadi salah satu brand lokal asli Yogyakarta. Jika kita pergi ke Yogyakarta dan jalan-jalan di Malioboro, mungkin kita akan menemukan banyak penjual aksesoris dari kayu. Aksesoris dari kayu memang bukan hal yang spesial di Yogyakarta. Namun bagaimana dengan Alive Jewelry untuk bisa menjadi unggul?

“Aku mencoba memproduksi Alive Jewelry dengan desain yang original. Kayu yang digunakan juga merupakan kayu pilihan. Alive Jewelry mengkombinasikan kayu dengan logam silver dan gold, sehingga desainnya unik,” kata Mila.

Tidak hanya itu ternyata produk Alive Jewelry banyak terinspirasi dari alam, budaya, dan lingkungan sekitar. Hal ini menjadi nilai lebih bagi Alive Jewelry karena dalam setiap produknya memiliki makna yang berbeda-beda.

“Agu earrings misalnya, ini terinspirasi dari mountain sehingga bentuknya segitiga seperti gunung dan terbuat dari bahan dasar kayu jati,” ungkap Mila.

Semua produk karya Mila memiliki nama dan arti yang khas. Bahan dasar yang digunakan rata-rata berasal dari kayu jati, kayu mahoni yang dikombinasikan dengan logam. Beberapa produk juga diberi warna tambahan tanpa meninggalkan warna kayu yang original.

“Awalnya bahan dasarnya ya dari kayu-kayu tempat aku praktek kerja lapangan. Ketika menjalani tugas akhir kebetulan aku juga mengangkat tema jewelry dan dapat rekomendasi dari dosen tentang pengrajin logam dari Kotagede. Hingga saat ini alive langganan dengan dia. Kalau untuk kayu nya sekarang sudah menggunakan kayu lembaran,” cerita Mila.

Jadi single fighter dalam berbisnis

Sejak tahun 2015 Mila menjalankan bisnis ini sendiri. Mulai dari produksi, packaging, hingga pemasaran semua dilakukan sendiri. Bagaimana Mila mengatasi hal ini?

“Saya sempat berhenti karena tahun 2016-2017 bekerja di Bandung. Jadi baru bener-bener serius Juli 2018,” kata Mila.

Koleksi Alive Jewelry

Kini Mila mulai menekuni Alive Jewelry. Saat ditanya tentang strategi pemasaran, Mila menceritakan bahwa dirinya lebih banyak melakukan penjualan secara offline. Tidak hanya itu, produk Alive Jewelry juga sudah dipasarkan di Bali di salah satu concept store. Mila mengakui bahwa dirinya juga membuat proposal yang dikirimkan ke beberapa concept store untuk menjual produk secara offline. Hingga saat ini pemasaran yang dilakukan sudah berkembang hingga di Surabaya dan Bali.

“Alive ikut bazar rata-rata dua kali dalam sebulan. Biasanya ketika bazar kita sebarin name card dan  ngajakin pengunjung follow Instagram Alive, jadi memang Alive ini followersnya organik banget. Kalau pemasaran di Bali itu dimulai sekitar tahun 2016 ada yang menghubungi Alive dari Instagram,” kata Mila.

Saat ditanya tentang tantangan dalam berbisnis, Mila mengungkapkan bahwa dirinya harus bisa membagi waktu dan peran. Biasanya ia melakukan proses produksi selama seminggu penuh, setelah itu melakukan sesi foto produk.

“Saya akan terus mengembangkan Alive Jewelry mulai dari sisi produksi dan marketing. Saya akan melakukan riset untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis ini dalam jangka panjang, sehingga bisa berkembang dari segi produksi dan marketing, khususnya marketing secara online,” kata Mila.

Mila menjadi salah satu entrepreneur muda yang berhasil menciptakan produk yang memiliki ‘nilai produk’. Hingga saat ini ia masih belajar untuk mengembangkan bisnis Alive Jewelry dengan mengikuti berbagai workshop dan pelatihan, baik secara online maupun offline.

“Saya punya harapan Alive Jewelry bisa menghidupkan kayu itu sendiri. Bisnis Alive Jewelry bisa hidup dan menghidupi orang lain,” ungkap Mila.

#CeritamuInspirasiku 

Sekarang #CumaButuhKomitmen untuk mengembangkan bisnis kamu

“Saya ingin UKM Indonesia naik kelas”.

Kalimat ini diungkapkan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Menjadi entrepreneur bukan hal yang sulit. Siapapun bisa dan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang entrepreneur. Banyak orang bilang kalau jadi entrepreneur modal merupakan hal yang penting. Namun ‘modal’ di sini bukan semata modal materi, melainkan lebih pada modal ilmu dan skill dalam berbisnis. Semua bisa dilatih dan diperoleh dengan ‘belajar’.

Apakah kamu merupakan entrepreneur? Era globalisasi ini membawa perkembangan yang pesat pada dunia industri, termasuk UKM di Indonesia. Apalagi hadirnya teknologi internet jelas membuat banyak entrepreneur muda bermunculan, mulai dari online shop, reseller, makers, culinary, dan masih banyak lagi.

Persaingan yang ketat ini menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari buat kamu para entrepreneur. Apabila kamu sudah menjalankan bisnis dalam periode waktu tertentu, pasti pada perjalanannya kamu akan merasakan satu titik di mana bisnis kamu berjalan secara stagnan.

Kadang kamu mungkin bertanya, kenapa ya bisnis saya gak berjalan lancar?

Berikut 3 Alasan Kenapa UKM Sulit Berkembang

1. UKM belum mengembangkan kualitas manajemen Sumber Daya Manusia

Kualitas manajemen SDM merupakan salah satu hal penting dalam berbisnis. Bisnis dapat berkembang apabila orang-orang di dalam bisnis tersebut memiliki kapasitas dan kemampuan yang mumpuni. Lalu, apakah SDM harus merekrut karyawan dengan keahlian yang luar biasa? Rekrutmen secara selektif memang menjadi salah satu hal yang diperhatikan, tetapi yang utama adalah “bagaimana manajemen SDM yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan karyawan?”

Sebagai entrepreneur sekaligus pemilik bisnis kamu harus bisa meningkatkan kualitas karyawan dalam bisnis kamu. Hal ini bisa dimulai sejak awal, misalnya kamu memiliki bisnis layanan laundry, kamu bisa memulai dengan melatih karyawan kamu tentang bagaimana cara melayani pelanggan. Mulai dari cara menyapa pelanggan, cara menghadapi komplain, menjelaskan sistem pembayaran kepada pelanggan, dll.

Edward L. Gubman observed in the Journal of Business Strategy, “the basic mission of human resources will always be to acquire, develop, and retain talent; align the workforce with the business; and be an excellent contributor to the business. Those three challenges will never change.”

Manajemen SDM sendiri dimulai dari memberikan pelatihan kepada karyawan, sehingga karyawan dapat bekerja dengan baik. Dalam UKM kamu sebagai pemilik bisnis secara otomatis juga harus menjadi seorang Human Resources Manager yang bertanggung jawab untuk mengelola SDM dalam bisnis. Sehingga sebagai entrepreneur kamu harus ‘mau terlibat’ dengan cara membangun komunikasi dua arah dengan karyawan. Entrepreneur bukan sekedar meraih mimpi untuk membangun bisnis, tetapi harus terbuka dengan berbagai masukan dalam proses bisnis yang disampaikan oleh karyawan.

2. UKM belum memiliki perencanaan bisnis dan anggaran

Kamu mungkin memulai bisnis dari hobi. Namun jangan pernah lupa, bahwa bisnis tidak akan bisa berjalan dengan hanya mengandalkan hobi dan passion. Apabila kamu sudah memulai bisnis, maka sangat penting untuk membuat perencanaan bisnis.

“Saya tidak memiliki ilmu untuk mengelola bisnis, gimana dong?” Ada banyak cara untuk kamu bisa memperoleh ilmu tentang perencanaan bisnis dan anggaran. Kamu bisa belajar dari berbagai sumber buku, artikel, jurnal, dan saat ini semua bisa kamu akses secara online. That’s very easy!

Menjadi seorang pemilik bisnis bisa diibaratkan kamu harus menjadi ‘manusia super’, artinya bisa mengelola bisnis mulai dari produksi, penjualan, operasional, SDM, dll. Nah, untuk bisa melakukan semua hal ini dengan baik dibutuhkan perencanaan bisnis dan anggaran yang baik.

Perencanaan bisnis mencakup target yang ingin kamu capai dan strategi yang dilakukan untuk mencapainya. Tidak hanya itu, kamu perlu membuat perencanaan bisnis mulai dari biaya produksi, biaya promosi, dan berbagai pengeluaran lainnya. Hal ini sangat diperlukan agar kamu dapat mencapai target yang diharapkan.

3. UKM belum membangun kolaborasi

Kolaborasi sangat diperlukan untuk mengembangkan bisnis kamu. Banyak UKM yang takut melakukan kolaborasi karena takut ide mereka dicuri. Padahal saat ini kolaborasi sangat diperlukan untuk bisa mengembangkan bisnis. Kolaborasi bisa dilakukan dalam bentuk apapun. Mulai dari kolaborasi dalam branding activity, hingga kolaborasi dalam dana investasi.

Ada dua tips untuk yang bisa kamu coba dalam menjalankan kolaborasi. Pertama adalah dengan membangun tujuan yang jelas. Kamu harus membangun tujuan yang jelas dari kolaborasi yang akan dilakukan, misalnya: saya akan melakukan kolaborasi untuk bisa memperluas pasar. Saat ini pasar bisnis kamu masih di Jakarta, kamu ingin memperluas pasar di Yogyakarta. Tujuan yang jelas menjadi langkah awal kolaborasi yang sukses.

Kedua, berikan kesempatan kepada yang lain untuk menjadi pemimpin dalam project kolaborasi. Jangan menutup peluang kepada rekan bisnis kamu untuk menjadi pemimpin dalam project kolaborasi yang sedang berjalan. Hal ini bisa dilakukan untuk menciptakan exposure lebih bagi rekan bisnis kamu untuk bisa menghadapi tantangan di depan. Tidak hanya itu, kamu sebagai pemilik bisnis juga memiliki tantangan khusus untuk menjadi pendengar dan membantu menemukan solusi dengan insight yang baru apabila ada masalah yang dihadapi. Hal ini membuat kamu menjadi pemilik bisnis yang lebih fleksibel dan belajar memahami kebutuhan orang lain dalam bisnis kamu.

Tiga alasan di atas merupakan alasan-alasan utama yang membuat UKM sulit berkembang. Salah satu kunci penting keberhasilan adalah “never stop learning”. Sejalan dengan visi dan misi excellence.asia mengajak teman-teman pelaku bisnis UKM untuk bergabung dengan EXCELLOKA by excellence.asia. 

EXCELLOKA by excellence.asia bertujuan untuk memberdayakan Small Business Owner dengan memberikan knowledge dan skill yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis, mulai dari Sales, Marketing, Finance, Accounting, Legal, Tax, Operation, dan lain-lain, secara GRATIS.

EXCELLOKA sendiri diambil dari kata excel (percepatan) dan loka (dimensi) berarti dimensi percepatan. EXCELLOKA yang diusung excellence.asia diharapkan menjadi dimensi bagi UMKM di Indonesia untuk mempercepat pengembangan bisnisnya. Para pelaku bisnis UMKM diajak untuk mengikuti pelatihan secara berkesinambungan agar dapat mengembangkan usahanya dan mampu bersaing di perekenomian lokal, nasional, bahkan internasional. Pelatihan ini membuka peluang bagi para pengusaha di Indonesia untuk bisa membangun bisnis terkemuka.

Sekarang #cumabutuhkomitmen untuk mengembangkan bisnis kamu. 

Nurwahidah Wiwi yang akrab disapa Nurwahidah adalah sosok perempuan asal Makassar yang berhasil membangun brand fashion bernama Famode. Ia memulai bisnis dari seorang reseller ketika masih kuliah. Kini siapa sangka Nurwahidah sudah menjadi entrepreneur muda yang memproduksi fashion hijab dengan brand Famode. Perempuan asli Makassar berusia 26 tahun ini berhasil mengembangkan bisnis fashion hijab di daerah Makassar dan sekitarnya.

“Dalam pelatihan EXCELLOKA saya mendapatkan satu pesan, dimana untuk membuat produk kita tetap bagus dan dikenal orang, maka kita harus memiliki nilai produk yang ditanamkan,” ungkap Nurwahidah dalam wawancara dengan excellence.asia.

Nurwahidah adalah salah satu peserta pelatihan EXCELLOKA by excellence.asia dalam kolaborasi dengan MAKERFEST by Tokopedia di Makassar. EXCELLOKA by excellence.asia bertujuan untuk memberdayakan Small Business Owner dengan memberikan knowledge dan skill yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis, mulai dari Sales, Marketing, Finance, Accounting, Legal, Tax, Operation, dan lain-lain, secara GRATIS.

Memulai Bisnis Fashion dari Hobi

“Dulu ketika kuliah memang saya uda suka fashion, mulai dari beli baju hingga nonton fashion show. Nah, awalnya saya suka beli baju online tetapi karena ongkos kirim dari Jakarta ke Makassar itu lumayan mahal jadi saya bikin grup BBM. Saya mengajak teman-teman untuk beli bareng biar ongkir nya murah. Eh, lama kelamaan saya diminta teman-temen untuk upload rekomendasi baju-baju. Akhirnya saya jadi reseller,” cerita Nurwahidah.

Famode tidak muncul begitu saja. Nurwahidah menceritakan bahwa dirinya sempat mengalami jatuh bangun dalam berbisnis. Bisnis ini dimulai tahun 2012 saat dirinya masih menjalani masa kuliah. Bermodalkan blackberry Nurwahidah membuka online shop bernama Pilovchimz. Target market Pilovcimz saat itu adalah teman-teman kuliahnya. Tak disangka bisnis ini berjalan lancar, perbulan ia bisa menjual 200-400 pcs baju. Hal ini jelas menjadi motivasi bagi Nurwahidah untuk semakin semangat dalam berbisnis.

“Awalnya cuma satu grup dari satu Blackberry yang saya pakai. Saat itu saya mencoba tools Twitter marketing hingga bisa memperluas pasar. Hingga berkembang jadi 20 grup, di mana setiap grup menampung 30 orang dan saya menggunakan 2 Blackberry,” ungkap Nurwahidah.

Bisnis ini berjalan dengan lancar hingga tahun 2014 dan memutuskan untuk berhenti karena dirinya harus menyelesaikan tugas akhir kuliah. Namun tidak berhenti sampai di sini. Pada masa transisi setelah lulus kuliah menuju dunia kerja, Nurwahidah dengan gigih memulai bisnis fashion lagi. Ia mulai mengembangkan akun Instagram dari Pilovcimz dan mencoba peluang bisnis dengan memproduksi pakaian sendiri.

Januari 2017 Nurwahidah melakukan rebranding Pilovcimz dengan nama baru, yakni Gaunink. Ia memberanikan diri untuk mencoba memproduksi busana hijab dengan menyasar target market middle-up.

“Kebetulan mama saya seorang penjahit, kita produksi sendiri sebanyak 40 pakaian. Namun ternyata konsep ini kurang berhasil, kurang laku baju-bajunya,” ungkap Nurwahidah.

Sebagai entrepreneur muda, Nurwahidah terus berjuang mengembangkan bisnisnya. Kegagalan bukan berarti berhenti. Dari sini lah Nurwahidah semakin menguatkan tekad dan memberanikan diri untuk terjun dalam bisnis fashion yang sesungguhnya. Dari sini ia memulai bisnis yang ia beri nama Famode.

Baca juga : 5 Tips Mengelola Operasional Bisnis Kamu secara Efisien

Bagaimana rahasia Nurwahidah mengembangkan bisnis fashion Famode?

“Famode sebenarnya berasal dari kata pamode, orang Makassar mengartikan pamode sebagai orang yang berpenampilan modis. Saya memperhalus menjadi Famode,” jelas Nurwahidah.

Setelah lulus kuliah Nurwahidah hijrah ke Jakarta untuk bekerja. Walaupun bekerja, Nurwahidah tidak begitu saja melupakan bisnisnya. Ia mulai blusukan untuk menemukan bahan-bahan yang berkualitas dan mencari penjahit potensial. Sambil bekerja Nurwahidah membuat akun Instagram baru. Ia membuat Instagram Famode sejak bulan Maret 2017.

“Saat itu akun instagramnya belum ada foto produknya. Selama sebulan saya cuma follow dan unfollow. Saya cuma bikin feed coming soon untuk membuat orang-orang penasaran. Saya juga sengaja private akun instagram Famode, eh gak nyangka ada 1000 an akun request follow Famode,” kata Nurwahidah.

Pemilik Famode ini menggunakan gaji yang diperoleh selama bekerja untuk modal awal bisnis. Melihat peluang menjadi salah satu kunci keberhasilan Nurwahidah sebagai entrepreneur. Pada bulan April 2017 dia memberanikan diri untuk memproduksi 400 baju dengan konsep fashion hijab dengan harapan pada bulan Ramadhan akan terjual.

“Bulan Mei 2017 followers Famode sampai 7000, saat itu saya juga menggunakan selebgram untuk endorse. Alhamdulillah 400 pcs baju terjual habis selama bulan Ramadhan 2017,” ungkap Nurwahidah.

Inilah titik awal Nurwahidah mengembangkan Famode. Tidak hanya berjualan secara online, Nurwahidah memperoleh kesempatan untuk ikut pameran dari Dinas Perdagangan Kota Makassar.

“Semua ini serba kebetulan. November 2017 itu ada pameran UKM yang diadakan oleh Dinas Perdagangan di salah satu mall di Makassar. Ternyata dari kecamatan saya gak ada yang mewakili. Kebetulan teman saya ada yang bekerja di Dinas Perdagangan terus nawarin ke saya mau gak pakai stand gratis 2 hari untuk jualan, kan lumayan. Ini jadi kesempatan buat belajar,” cerita Nurwahidah.

Belajar dari pengalaman ikut pameran ini saya mulai belajar untuk mencari peluang pasar baru dengan mengikuti pameran. Bulan Januari 2018 ia mengikuti pameran lagi di salah satu mall di Makassar.

“Awalnya saya gak berani karena biaya sewa stand pameran kan mahal. Tetapi saya coba pelajari gimana kalau ikut pameran lagi. Alhamdulillah saya ikut pameran lagi dan semua berjalan lancar hingga saat ini,” tutur Nurwahidah.

Kunjungi Instagram Famode https://www.instagram.com/famodeclothing/

Tips & trik Nurwahidah mengelola operasional bisnis Famode

Nurwahidah menggeluti bisnis fashion hijab karena ia menyukai bidang ini sejak awal. Namun bukan berarti ketika Famode sudah berkembang tidak membutuhkan pengelolaan yang baik. Bukan hanya melangkah, tetapi Nurwahidah berlari untuk maju dan membuat bisnisnya sukses. Banyak mengikuti pameran tidak membuat kewalahan dalam mengelola bisnis. Ia memiliki tips & trik terutama dalam mengelola operasional bisnis, mulai dari karyawan hingga produksi barang.

“Saya banyak pakai karyawan freelance, terutama yang baru lulus kuliah dan sedang dalam masa transisi ke dunia kerja. Freelance ini per-event terutama saat pameran-pameran,” kata Nurwahidah.

Hal ini dilakukan oleh Nurwahidah sebagai salah satu strategi untuk menekan biaya pengeluaran. Tidak hanya itu, untuk berkomunikasi dengan vendor (penjahit) dirinya memanfaatkan Whatsapp sebagai salah satu sarana. Saat ini Nurwahidah bekerja sama dengan beberapa vendor di Jakarta dan Bandung.

“Kalau pemesanan 100-200 saya biasa via Whatsapp aja ke vendor. Namun kalau jumlahnya banyak banget saya pasti ketemu langsung karena semua pola dan gambar desain baju dari mama dan saya,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa bisnis tidak harus dikelola pada satu lokasi. Nurwahidah mencoba membangun sistem bisnis yang lebih fleksibel, tetapi tetap berjalan dengan lancar. Saat ditanya terkait kendala dalam berbisnis fashion, Nurwahidah tidak mengelak bahwa dalam berbisnis pasti ada kendala tetapi harus mencoba menemukan solusi yang terbaik.

“Kalau pesanan dalam jumlah banyak kadang itu baju yang datang harusnya lengannya panjang, tapi sama penjahitnya dibuat pendek. Atau misalnya harusnya ada kancing di belakang tetapi gak dipasang kancing, ada juga salah potong pola jadi nya bajunya kecil. Nah kalau kayak begini ya harus kreatif, kita bongkar bajunya dan dimodifikasi jadi tetap bagus dan bisa dijual,” cerita Nurwahidah.

Resolusi 2019 yang dilakukan untuk Famode

Saat ditanya cita-cita Nurwahidah terhadap Famode, ia menjawab bahwa ingin agar Famode semakin dikenal banyak orang. Harapannya, Famode dapat dikenal sebagai brand fashion hijab yang berkualitas dan memiliki nilai produk.

“2019 nanti saya akan semakin mengembangkan bisnis Famode. Saat ini penjualan masih lebih banyak secara offline, karena saat kita upload gambar di instagram ternyata baru 2 hari stok barang uda habis. Padahal kita sudah bikin rata-rata 100 pcs per model. Nah, tahun 2019 kita akan benahi agar bisa semakin mengembangkan sayap dengan masuk ke banyak platform retail belanja online,” ungkap Nurwahidah.

Famode optimis hal ini bisa dilakukan. Nurwahidah bercerita bahwa ia ingin agar Famode tidak hanya dikenal oleh masyarakat Makassar, tetapi juga di luar Makassar. Salah satu langkah konkret yang sudah dilakukan adalah dengan mengikuti pameran di Grand Indonesia.

“Tidak hanya memperluas pasar, saya juga akan belajar mengembangkan ilmu. Januari 2019 InsyaAllah saya akan mulai sekolah lagi untuk memperdalam ilmu tentang dunia fashion di Esmod Jakarta,” ungkap Nurwahidah.  

Hadirnya teknologi dalam kehidupan kita, tentu membawa banyak perubahan termasuk memodifikasi sistem kinerja yang ada. Tidak hanya bisnis dengan skala besar, tetapi small dan medium bisnis (UKM) juga perlu menerapkan teknologi dalam bisnisnya. Teknologi dapat membantu kamu sebagai pemilik bisnis UKM untuk meningkatkan efisiensi.

excellence.asia kali ini akan membagikan 5 Cara Memanfaatkan Teknologi dalam Bisnis Kamu

1. Tingkatkan produktivitas

Setiap bisnis tentu perlu melakukan berbagai inovasi dan improvement untuk bisa memaksimalkan produktivitas kerja. Adanya teknologi memungkinkan kamu untuk bisa menggunakan berbagai software dan hardware, misalnya untuk pencatatan waktu kerja atau alat presensi karyawan yang biasa disebut fingerprint. Tidak hanya itu, kamu bisa memaksimalkan proses kerja dengan manajemen tugas yang baik melalui teknologi. Kamu bisa memantau kinerja semua karyawan menggunakan software dan dapat diakses dimana saja serta kapan saja. Produktivitas kerja bisa ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi. Asalkan kamu dapat memilih teknologi yang tepat dan sesuai dengan fungsi yang kamu butuhkan.

BACA JUGA : 5 Aplikasi Yang Wajib Dimiliki Oleh Small-Business Owner

2. Tingkatkan pemasaran

Apakah kamu memiliki bisnis kuliner atau mengelola travel agent? Apapun bisnis yang dimiliki, kamu perlu memasarkan bisnis kamu jika ingin sukses. Adanya teknologi membantu kamu untuk membuat rencana pemasaran terbaik yang bisa kamu perbarui dan bagikan kepada semua tim kerja.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media sosial. Hal ini merupakan salah satu tips paling bermanfaat untuk bisa meningkatkan pemasaran bisnis. Kamu bisa melakukan promosi melalui sosial media, termasuk membuat iklan untuk bisnis kamu di Facebook, Instagram, dan Google. Teknologi bisa membuat keajaiban untuk bisnis kamu – ketika kamu membuat suatu titik untuk memanfaatkan pemasaran menggunakan video dan membangun situs website yang kuat.

3. Berikan layanan pelanggan yang lebih baik

Pelanggan adalah sumber kehidupan bisnis – inilah alasan penting untuk memprioritaskan perawatan terbaik bagi pelanggan kamu setiap hari. Apakah kamu tidak yakin dalam memastikan kepuasan pelanggan terhadap produk/ jasa yang kamu jual?

Teknologi adalah jawaban kamu; menemukan berbagai informasi terkait survei kepuasan pelanggan. Bahkan kamu bisa melakukan survey online kepada para pelanggan. Tidak hanya itu, adanya media sosial bisa membantu kamu bisa mendapatkan review dari pelanggan terkait produk yang kamu jual. Nantinya hasil survey ini sangat bermanfaat buat kamu sebagai pemilik bisnis untuk bisa meningkatkan customer service dan kualitas dari produk yang dijual.

BACA JUGA : Inilah Cara Mengukur Kinerja Pelayanan Menggunakan Metode Mystery Shopping

4. Berkomunikasi dengan lebih efektif

Teknologi telah mengubah berbagai sistem kerja di perusahaan-perusahaan besar. Tidak sedikit pula perusahaan baru yang muncul dan menawarkan sistem kerja yang jauh lebih modern dan menarik. Terutama dengan hadirnya generasi milenial saat ini. Komunikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam bisnis.

Sebagai pemilik bisnis, kamu tidak boleh mengesampingkan ‘komunikasi’ dalam bisnis. Memanfaatkan teknologi untuk membangun komunikasi yang lebih efektif bisa diterapkan. Kamu bisa mulai mencoba menggunakan aplikasi untuk komunikasi internal tim, misalnya google chat dan slack. Dua aplikasi ini mempermudah kamu untuk saling berbagi informasi tentang pekerjaan serta dalam melakukan monitoring. Jika kamu belum memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan komunikasi, sekarang adalah saat yang tepat untuk memulai.

5. Membangun tingkat keamanan informasi bisnis

Keamanan informasi bisnis dapat dikompromikan tanpa teknologi dan perangkat lunak yang tepat.Banyak peretas/ hacker untuk mendapatkan akses ke informasi sensitif. Inilah mengapa kamu harus menerapkan teknologi sebagai tempat berlindung yang aman untuk mencoba mencegah pelanggaran keamanan ini. Teknologi memastikan bahwa informasi dapat diakses oleh orang yang tepat melalui permintaan kata sandi maupun email yang terkonfirmasi, sehingga dapat menghindari kebocoran data pribadi.

Sebagai pemilik bisnis, kamu perlu memahami dan menerapkan teknologi canggih untuk menjaga persaingan bisnis kamu. Tidak dapat disangkal bahwa teknologi membentuk kembali setiap aspek tempat kerja, dan memiliki alat yang tepat di tempat akan membantu bisnis kamu tetap di depan.

Inventory management dalam bisnis menentukan jumlah persediaan yang optimal dengan biaya total yang minimal. Inventory atau persediaan bisa terdiri dari banyak hal, seperti bahan mentah atau bahan baku, bahan pembantu, bahan dalam proses, barang jadi, dan suku cadang. Adanya ketidakpastian pasokan dari supplier, ketidakpastian waktu pemesanan, dan ketidakpastian permintaan membuat bisnis harus memiliki inventory management yang baik.

Apabila bisnis memiliki inventory management tentu pada akhirnya akan mendukung dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen. Pemilik bisnis tidak akan kewalahan karena terhambat proses produksi, adanya kekurangan persediaan, atau adanya ketidakstabilan harga di pasar. Pemilik bisnis idealnya harus memiliki inventory management.

Pertanyaannya : Bagaimana cara membangun inventory management yang efektif?

Berikut adalah empat kiat untuk membantu pemilik bisnis mengembangkan inventory management yang efektif.

1. Buatlah perencanaan, lalu eksekusi

Inventory Management merupakan upaya yang terus menerus dan terkonsentrasi, di mana proses nya tidak boleh ditangani hanya pada tingkat operasional. Paket inventaris yang sukses juga harus melibatkan pemasaran, katalog, e-niaga, dan departemen merchandising kamu.

Dengan memiliki perencanan inventory management yang baik, semua tim dalam bisnis akan berhasil. Artinya, tim pembelian dapat memahami kapan dan berapa banyak produk yang akan dibeli, penyedia layanan bisnis kamu tahu kapan harus menyiapkan ruang gudang tambahan. Semua hal dapat berjalan secara teratur dan rapi, serta tidak menimbulkan hambatan dalam bisnis. Perencanaan harus kamu buat dengan melibatkan tim. 

Tidak hanya itu, kamu juga perlu menambahkan perkiraan penjualan tahun sebelumnya pada saat membuat perencanaan inventory management. Hal ini diperlukan agar kamu lebih siap apabila terjadi lonjakan musiman dalam permintaan.

Semua perencanaan yang telah disusun untuk periode tertentu harus kamu eksekusi sesuai dengan kalender master inventory management. Walaupun tidak menutup kemungkinan pada prosesnya akan mengalami sedikit perubahan. Cobalah untuk melakukan semua proses berdasarkan pada ‘rencana’.

2. Jangan hanya mengandalkan satu vendor sebagai pemasok bahan baku

Inventory management juga berarti ‘manajemen vendor’. Siapakah yang dimaksud dengan vendor? Vendor biasanya merupakan pihak yang diajak bekerja sama oleh agar bisnis tersebut bisa mencapai tujuan. Misalnya, supplier/ pemasok bahan baku. Jika kamu memiliki produk yang sangat laris, atau kamu sedang merencanakan untuk meningkatkan permintaan secara signifikan, tentu hal ini memiliki risiko dalam persediaan barang/ jasa. Tidak ada salahnya kamu bekerja sama dengan vendor lain sebagai supplier bahan baku sebagai rencana cadangan.

Ketika kamu hanya mengandalkan satu vendor, maka hal ini rentan terhadap resiko bisnis. Apabila vendor kamu bermasalah, dan dia adalah satu-satunya rekanan, secara otomatis bisnis kamu juga bisa mengalami masalah.

Kamu membutuhkan lebih dari satu vendor untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. Selain itu, dengan memiliki beberapa vendor akan menjadi lebih bermanfaat karena kamu  bisa membandingkan harga dan kualitas sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu.

Baca juga : 3 Kunci Sukses Membangun Rantai Pasokan Bisnis Berkelanjutan

3. Bangun komunikasi yang konsisten dengan vendor

Hubungan yang baik dengan vendor kamu sangat penting untuk keberhasilan bisnis kamu.

Pelanggan tidak akan tahu kamu bekerja sama dengan vendor atau tidak, pelanggan hanya tau brand dari bisnis kamu. Apabila kamu bekerja sama dengan vendor, maka sangat penting untuk berkomunikasi dengan vendor terkait kualitas yang kamu harapkan. Vendor perlu mengetahui rencana inventaris bisnis kamu.

Tidak hanya itu, apabila vendor merupakan pemasok bahan baku dalam bisnis – mulailah untuk berkomunikasi tentang rencana promosi, informasi produk, dan rilis yang akan datang. Sehingga pihak vendor dapat menyesuaikan. Apabila kamu ingin memproduksi produk dalam jumlah tertentu, tidak ada kendala kehabisan bahan baku karena vendor terlambat dalam melakukan pengiriman. Hal ini bisa diantisipasi apabila kamu dapat berkomunikasi secara konsisten dengan vendor.

4. Buatlah kebijakan dalam inventory management

Prosedur operasional sangat penting untuk bisa membuat operasi gudang dalam bisnis kamu menjadi proses yang seragam. Cobalah untuk menyusun kebijakan dalam inventory management, seperti waktu pengiriman bahan baku dari vendor, diterima di gudang, batas waktu penyimpanan, proses produksi, pengemasan, hingga penjualan.

Kebijakan ini tidak hanya mencakup waktu, tetapi proses yang harus dilakukan oleh karyawan dalam bisnis kamu. Misalnya, karyawan gudang harus menerima bukti pengiriman barang dari vendor saat bahan baku diterima di gudang. Begitu pula sebaliknya, karyawan harus memberikan bukti penerimaan barang kepada vendor. Berkas-berkas ini menjadi sangat penting apabila terjadi kesalahpahaman dalam proses pengiriman dan penerimaan bahan baku. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk membuat kebijakan dalam inventory management.

 

MAKERFEST merupakan sebuah platform independen yang memiliki misi untuk mencari, mengedukasi dan menginspirasi kreator Indonesia. MAKERFEST hadir untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif hingga dapat menjadi brand masa depan Indonesia yang mendunia. Pada 29-30 September 2018 MAKERFEST Festival hadir di Surabaya dengan melibatkan 30 kreator lokal. MAKERFEST memberikan kesempatan para kreator untuk mengikuti festival showcase dan mempresentasikan ide uniknya kepada masyarakat lewat festival City Big Bang.

Chairman MAKERFEST 2018, William Tanuwijaya, menjelaskan hadirnya MAKERFEST untuk mendorong UMKM, khususnya kreator lokal, agar semakin naik kelas. MAKERFEST hadir sebagai panggung online dan panggung offline bagi para kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif mereka. Pihaknya berharap ajang ini mampu berkontribusi terhadap penciptaan ekosistem bisnis yang lebih kondusif.

“Kami berharap, dari ajang ini, akan semakin banyak usaha kecil yang dapat tumbuh menjadi industri lalu dari industri menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia,” tutur William.

Selain bazaar, festival dan kompetisi, MAKERFEST juga memberikan kesempatan kepada para kreator lokal mengikuti workshop untuk mengembangkan bisnisnya. Sejalan dengan visi dari MAKERFEST, dalam acara ini MAKERFEST mengajak EXCELLOKA untuk memberikan pelatihan secara intensif kepada 30 kreator lokal Surabaya yang terpilih.

EXCELLOKA sendiri merupakan program pelatihan berkelanjutan untuk UKM Indonesia yang diinisiasi oleh excellence.asia. EXCELLOKA telah diresmikan pada Selasa, 6 Maret 2018 bersamaan dengan Pembukaan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Hadirnya EXCELLOKA bertujuan untuk memberikan pelatihan gratis secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas UMKM, mulai dari pemasaran, penjualan, branding, pelayanan pelanggan, hukum, administrasi, keuangan, akuntansi, pajak, operasional, dan sumber daya manusia. Metode yang digunakan dalam EXCELLOKA adalah gabungan antara online training dan offline workshop. Hingga saat ini sudah berjalan 19 LOKA di Jakarta dan roadshow di Bandung, Semarang, Medan, serta Palembang.

 

Bekerja sama dengan MAKERFEST, EXCELLOKA memberikan Pelatihan Intensif selama 2 hari (2-3 Oktober 2018) kepada 30 kreator lokal Surabaya. Pelatihan Intensif kali ini mengangkat tema tentang “Business Mastery to Action” di MaxOneHotels Tidar, Surabaya. Pada pelatihan ini peserta belajar banyak hal untuk mengembangkan bisnis mulai dari menciptakan entrepreneur mindset, melakukan validasi business model, hingga membuat revenue model dari bisnis yang dimiliki oleh peserta.

“Sebagai Business Owner, kita tentu tidak boleh lupa untuk selalu belajar, terutama belajar hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis. Dalam kesempatan ini, EXCELLOKA membantu para peserta MAKERFEST dengan memberikan pelatihan intensif tentang bagaimana melakukan melakukan validasi business model hingga membuat action plan sehingga dapat membuat perencanaan pengembangan yang tepat untuk bisnis yang sedang dirintis ini,” ungkap Viktor Yanuar S, CEO dan Co Founder excellence.asia.

 

Menjadi entrepreneur saat ini menjadi salah satu idaman bagi masyarakat, terutama untuk generasi milenial. Salah satu pilihan bisnis yang saat ini banyak berkembang adalah bisnis kuliner. Jika kamu ingin mencoba menjadi seorang pebisnis kuliner, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Dibutuhkan lebih dari sekadar makanan enak untuk memulai bisnis kuliner yang sukses. Kamu membutuhkan sistem manajemen yang mendukung bisnis kamu untuk berkembang. Tidak hanya itu, kamu juga harus memperhatikan selera konsumen. Dan hal yang terpenting adalah bagaimana kamu  menjadikan produk yang kamu jual adalah produk ter percaya.”

Pertanyaan yang sering muncul adalah “Bagaimana caranya untuk bisa memulai bisnis kuliner?”

excellence.asia kali ini memberikan 6 Tips Buat Kamu yang Mau Memulai Bisnis Kuliner

1. Cobalah untuk belajar dari brand yang lebih besar

Kalau kamu ingin menjadi pebisnis, tidak ada salahnya untuk belajar dari industri besar. Kamu bisa mencoba melihat brand-brand kuliner terkenal saat ini. Cobalah untuk melakukan riset kecil terkait brand tersebut. Kamu bisa menggali berbagai hal, mulai dari strategi pemasaran, varian rasa dalam produk, keunikan produk, bahkan cara pembuatan produk. Riset ini bisa kamu lakukan secara online atau bisa kamu lakukan secara langsung. Misalnya, kamu mendatangi salah satu restoran terkenal di daerah kamu tinggal. Kamu bisa merasakan mulai dari rasa menu, pilihan menu yang ditawarkan, dan juga pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.

Apalagi buat kamu yang sempat bekerja di perusahaan industri makanan, kamu bisa mempelajari pengalaman dari tempat kamu bekerja. Belajar dari brand yang lebih besar tidak salah, loh. Justru hal ini bisa menjadi motivasi kamu untuk bisa sukses dalam berbisnis kuliner.

BACA JUGA :  6 Tips Membangun Brand Buat Entrepreneur

2. Perjelas konsep bisnis kamu sejak awal

Akan jauh lebih menguntungkan apabila kamu sudah menentukan tujuan dari bisnis yang kamu bentuk sejak awal. Walaupun kamu masih dalam tahapan merintis bisnis, tidak ada salahnya untuk membuat visi dan misi. Hal ini tentu tidak hanya diterapkan dalam bisnis kuliner, tetapi pada semua jenis bisnis. Apabila kamu menjalankan bisnis kuliner, maka coba tentukan visi dan misi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Hal ini sangat penting agar kamu tidak kehilangan arah di tengah perjalanan dalam berbisnis.

Kebanyakan pebisnis pemula, hanya memulai bisnis karena ‘coba-coba’, sehingga dia tidak memiliki konsep yang jelas. Bahkan tidak sedikit yang di tengah perjalanan bisnisnya mengalami penurunan. Misalnya, di awal membuka bisnis toko kue. Namun setelah berjalan 6 bulan toko kue nya semakin sepi, karena tidak memiliki konsep bisnis yang jelas ia mengurangi kualitas bahan produksinya dengan kualitas yang lebih murah. Harapannya ia bisa menjual kue dengan harga yang lebih murah, tetapi yang terjadi adalah bisnis nya semakin menurun karena kualitas kue yang diproduksi menjadi menarik bagi konsumen.  

Hal ini terjadi karena pemilik bisnis tidak menentukan konsep yang jelas saat memulainya. Konsep dalam berbisnis ini tidak hanya terkait dengan visi dan misi, tetapi mencakup sistem manajemen yang akan diterapkan.

3. Pelajari dan terapkan food safety dan halal

Berbisnis di bidang kuliner, tentu cita rasa sangat berpengaruh. Namun perlu diingat bahwa kamu tidak hanya bisa berkembang dengan mengandalkan rasa yang enak. Dalam bisnis kuliner kamu perlu memperhatikan keamanan dari produk yang kamu jual pada konsumen.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2012 Food safety atau Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk di konsumsi.  

Pemerintah Indonesia menegaskan melalui Undang-Undang agar masyarakat yang menjalankan bisnis dalam bidang pangan juga mencantumkan label halal. Buat kamu yang baru memulai bisnis kuliner tentu perlu mempelajari hal ini sejak awal. Sehingga jangan sampai kamu terjerat masalah hukum karena melanggar peraturan.

4. Dengarkan orang-orang di sekitar kamu

Sebagai seorang pebisnis baru, kamu akan menghabiskan banyak waktu untuk berpikir, bermimpi, dan merencanakan konsep kamu sehingga sulit untuk mundur dan melihat dari sudut pandang orang luar. Di situlah penasehat sangat penting. Kamu membutuhkan pendapat dari pihak luar, baik tentang produk yang dijual atau pelayanan yang diberikan.

Terbukalah terhadap masukan dari orang-orang di sekitarmu. Berbagai saran dan pendapat bisa kamu peroleh dari rekan kerja, karyawan, dan pelanggan. Apabila kamu ingin memperoleh masukan terkait produk, kamu juga bisa mengadakan survei kepuasan pelanggan. Hasil survey ini bisa digunakan untuk melakukan peningkatan terhadap kualitas produk. Tidak hanya itu kamu bisa memperoleh masukan dari orang yang lebih ahli. Tidak ada salahnya kamu mencoba berkonsultasi atau mengikuti coaching bisnis. Sehingga kamu bisa memperoleh banyak masukan terkait perbaikan proses bisnis.

“Terbuka terhadap berbagai masukan dari berbagai pihak adalah hal positif yang bisa membantu bisnis kamu semakin sukses”.