Posts

Dalam buku “Write Your Business Plan”, staff wirausaha media menawarkan pemahaman mendalam tentang apa yang paling penting untuk setiap rencana bisnis, apa yang cocok untuk usaha kamu, dan apa yang diperlukan untuk memastikan kesuksesan Dalam kutipannya, penulis menawarkan lima alasan kenapa seseorang ingin menulis rencana bisnis dan untuk apa digunakan.

Siapa pun yang memulai atau memperluas usaha yang akan mengkonsumsi sumber daya uang, energi, atau waktu yang signifikan tentu diharapkan dapat menghasilkan laba dengan cara harus meluangkan waktu untuk menyusun rencana bisnis.

Berikut lima alasan kenapa kamu perlu menulis business plan:

1. Kamu ingin memulai bisnis

Penulis “The Classic Business Plan” adalah seorang pengusaha yang mencari dana untuk memulai usaha baru. Banyak perusahaan besar yang memulai dalam bentuk rencana yang digunakan untuk meyakinkan para investor agar bersedia menyiapkan modal usaha.

Business plan yang baik dan matang bisa membantu kamu memperoleh investor, sehingga kamu bisa memperoleh modal usaha.

2. Kamu memiliki firma yang mapan dan mencari bantuan

Banyak business plan yang ditulis perusahaan yang sudah lama melewati tahap start-up tetapi jauh juga dari status perusahaan besar. Perusahaan tahap menengah ini dapat menyusun rencana untuk membantu mereka menemukan pendanaan untuk pertumbuhan bisnis.

Mereka mungkin merasa perlu adanya rencana tertulis untuk membantu mengelola bisnis yang sudah berkembang pesat dan untuk menyampaikan misi dan prospek bisnis kepada pelanggan, pemasok, atau pihak lain yang berkepentingan. Sebuah business plan dapat membahas tahapan berikutnya dalam proses kehidupan suatu bisnis.

3. Kamu perlu menentukan tujuan

Ada begitu banyak pilihan ketika memulai suatu bisnis, termasuk ukuran, lokasi, dan tentu saja alasan keberadaan bisnis tersebut. Kamu akan dapat menggunakan semua ini dan lebih banyak lagi aspek bisnis dengan bantuan rencana bisnis kamu. Adanya business plan memaksa kamu untuk memikirkan semua area yang membentuk konsep utama hingga detail tersendiri. Dengan cara ini, kamu tidak dapat menemukan diri kamu pada saat-saat terakhir bahwa ternyata kamu tidak konsisten dalam menjalankan satu proses bisnis tertentu. Atau kamu mendapati dirimu gagal dalam merealisasikan suatu hal karena proses bisnis yang kamu jalankan tidak tepat.

4. Kamu mencoba memprediksikan masa depan

Mungkin tampak tidak jujur jika mengatakan bahwa rencana bisnis tidak dapat memprediksi masa depan. Apa semua proyeksi dan ramalan itu jika sebagai pemilik bisnis tidak mencoba memprediksi masa depan?

Faktanya, bagaimanapun tidak ada proyeksi atau ramalan bisnis yang benar-benar merupakan prediksi yang keras dan cepat dari masa depan. Yang terbaik yang dapat kamu lakukan adalah memiliki rencana di mana kamu secara logis dan sistematis mencoba untuk menunjukkan apa yang akan terjadi jika skenario tertentu terjadi.

Kamu akan menggunakan riset, perkiraan penjualan, tren pasar, dan analisis kompetitif untuk membuat prediksi matang tentang bagaimana kamu melihat bisnis kamu berkembang. Hingga tahapan tertentu, kamu dapat menciptakan masa depan kamu daripada sekedar mencoba meramalkannya dengan keputusan yang kamu buat.

Misalnya, kamu mungkin tidak memiliki bisnis dengan jutaan dollar dalam sepuluh tahun jika kamu mencoba memulai dan menjalankan bisnis kecil keluarga. Tetapi dengan membuat business plan yang baik, tidak menutup kemungkinan kamu dapat membawa bisnis kamu menjadi besar dalam beberapa hari ke depan.

5. Kamu ingin menggunakannya untuk mengumpulkan semua uang yang kamu butuhkan

Sebuah rencana bisnis tidak dapat menjamin bahwa kamu akan mengumpulkan semua uang yang kamu butuhkan pada waktu tertentu, terutama apabila bisnis kamu dalam fase start-up. Bahkan jika kamu berhasil menemukan investor, kemungkinan kamu tidak akan mendapatkan apa yang kamu minta. Mungkin ada perbedaan besar dalam hal kamu harus menyerah, yakni menyerahkan kepemilikan atau kontrol mayoritas, untuk bisa mendapatkan dana.

Rencana bisnis yang digunakan untuk mencari pendanaan adalah bagian dari negosiasi yang terjadi antara kamu dan calon pendukung keuangan bisnis kamu. Bagian dari rencana di mana kamu menggambarkan kebutuhan keuangan kamu dapat dianggap sebagai tawaran pembuka dalam negosiasi. Di satu sisi, rencana bisnis adalah tawaran pembukaan yang sangat baik, pasti, komprehensif, dan jelas.

Namun apa yang seringkali terjadi pada tawaran dalam negosiasi? Pemangkasan dana, persyaratan berubah, dan terkadang seluruh negosiasi gagal karena ultimatum dari salah satu pihak yang terlibat. Apakah ini berarti kamu harus meminta lebih banyak uang daripada yang sebenarnya kamu butuhkan dalam rencana? Sebenarnya, itu mungkin bukan strategi terbaik juga. Investor yang melihat banyak rencana akan memperhatikan jika kamu meminta terlalu banyak uang. Kamu harus mengenali karakteristik calon investor dan disesuaikan dengan business plan serta persyaratan yang tepat.

Business plan sangat diperlukan bagi kamu para pemilik bisnis, apalagi yang saat ini masih dalam fase start-up. Business plan yang tepat, terstruktur, dan mendetail akan membantu kamu dalam menuntun bisnis pada kesuksesan. Sehingga kamu memiliki panduan yang konsisten dalam mengelola dan menjalankan bisnis. Tanpa business plan dapat membenturkan bisnis pada kegagalan, lho.

 

Setiap tahun perusahaan akan menjumpai musim pembayaran pajak yang sangat menguras tenaga dan pikiran, terutama jika selama ini masalah pencatatan keuangan tidak diatasi dengan benar.

Jika kamu seperti kebanyakan pembayar pajak, yang mengalami musim pajak dengan sedikit menegangkan dan penuh perjuangan,  maka melalui artikel kali ini, kamu bisa menyiapkan rencana untuk musim pajak tahun depan tanpa stress melalui perencanaan yang baik yang bisa kamu mulai hari ini.

Melihat Pengalaman Untuk Rencana Ke Depan

Pengalaman adalah guru terbaik.  Tinjau ulang keuangan kamu sesering mungkin, dan pastikan kamu mulai menyisihkan sebagian dari penghasilan kamu untuk pembayaran pajak tahun depan.

Belajar dari pengalaman langsung kamu dalam pembayaran pajak tahun lalu untuk  dapat membantu mengoptimalkan pendekatan kamu terhadap musim pajak pada tahun-tahun berikutnya. Evaluasi setiap pemasukan yang kamu terima  dalam 6 bulan terakhir, dan bandingkan kondisi tersebut dengan tahun tahun sebelumnya.

Pelajari kesulitan apa saja yang kamu hadapi pada pembayaran pajak tahun sebelumnya agar dapat diantisipasi.

Tetap up-to-date dengan pembukuan kamu

Jika kamu ingin pengajuan pajak kamu menjadi sempurna tahun depan, penting untuk mulai menilai arus kas kamu dan biasakan mengelola pembukuan kamu secara teratur.
Pembukuan kadang terlihat seperti sebuah tugas yang mudah untuk ditunda, tetapi jika tidak segera dikerjakan, akan banyak detil yang terlupa dan  itu akan menjadi penghalang yang jauh lebih sulit untuk diatasi jika kamu meninggalkannya pada menit terakhir.

Melakukan pembukuan secara mingguan atau bulanan membutuhkan usaha jauh lebih sedikit daripada mengerjakan semuanya mendekati waktu pembayaran pajak berikutnya. Ada banyak alasan untuk menjaga pembukuan kamu saat ini dan akurat.

Jangan Pernah Melewatkan Potongan Pajak

Potongan pajak tentunya sangat berarti untuk mengurangi beban biaya yang harus ditanggung perusahaan. Untuk mendapatkan pemotongan pajak, ingat semua biaya yang telah kamu tanggung selama 16 bulan terakhir, catat semua pengeluaran kamu sampai waktu pembayaran pajak berikutnya, simpan semua bukti transaksi terutama terhadap pembelian yang sudah di kenai pajak, sehingga kamu bisa mendapatkan potongan saat waktu pembayaran pajak tiba.

Jika kamu mengalami kesulitan untuk selalu menyimpan bukti transaksi, kamu bisa mencoba aplikasi Jurnal Snap, yang akan membantu penyimpanan bukti transaksi secara digital dan menyimpannya secara aman di cloud tanpa khawatir kehilangan semua bukti transaksi perusahaan. Semudah itu!

Lakukan Pembukuan Sekarang Juga

Mengarsipkan pajak ketika kamu tidak siap sama halnya dengan diberi tugas untuk menulis laporan dengan deadline sekarang juga. Dengan deadline yang begitu dekat, pastinya kamu akan terburu-buru mengerjakan dan melewatkan banyak data penting yang mungkin bisa mengurangi pajak atau menghindarkan perusahaan dari resiko terkena audit.

Kamu akan menghemat banyak waktu, kekhawatiran, dan masalah jika kamu mengajukan pajak dengan benar — dengan data yang tepat untuk mendukungnya melalui laporan keuangan yang baik dan tertata.

Bagaimana cara memulainya?Biasakan melacak pendapatan dan pengeluaran kamu dengan memasukkan semuanya ke dalam aplikasi akuntansi Jurnal secara teratur. Jurnal menyimpan semua data kamu dan memudahkannya untuk dapat diakses dari salah satu perangkat kamu, kapanpun kamu mau!

Lakukan Rekonsiliasi Bank Secara Teratur

Menambahkan rekonsiliasi bank bulanan ke rutinitas kamu akan membantu kamu menangkap perubahan apa pun dengan keuangan perusahaan sebelum terlambat.

Rekonsiliasi bank digunakan untuk membandingkan catatan kamu dengan catatan bank, untuk melihat apakah ada perbedaan antara dua set catatan ini untuk transaksi tunai kamu. Saldo akhir versi kamu dari catatan kas dikenal sebagai saldo buku, sedangkan versi bank disebut saldo bank.

Untuk menghindari situasi keuangan yang sulit, mulailah dengan menilai arus kas kamu secara teratur. Pastikan kamu mengunakan fitur Cash Link dari Jurnal untuk mendapatkan proses rekonsiliasi yang mudah dengan pihak Bank.

Memisahkan Keuangan Bisnis dan Pribadi

Kebiasaan penting yang mendukung  perencanaan pajak yang dilakukan oleh semua profesional pajak secara serius adalah memisahkan keuangan bisnis dan keuangan pribadi. Memiliki akun bersama untuk penggunaan pribadi dan bisnis dapat menyebabkan kamu menghadapi biaya bisnis yang tidak jelas atau secara tidak sengaja mengklaim biaya bisnis sebagai biaya pribadi. Hal ini tentunya akan membuat laporan keuangan kamu menjadi kacau dan mempengaruhi hasil akhir jumlah pajak yang harus kamu bayarkan secara tidak langsung.

Ajukan permohonan kartu kredit bisnis baru atau buka rekening bank terpisah untuk bisnis kamu agar aliran kas tetap terpisah, sehingga pencatatan menjadi mudah  dan perhitungan pajak yang kamu bayarkan menjadi jelas.

Jika beberapa hal di atas masih belum bisa diantisipasi, maka tidak ada kata terlambat untuk memulainya hari ini. Kamu bisa memulainya bersama EXCELLOKA.

EXCELLOKA adalah program pelatihan GRATIS berkesinambungan untuk Small Business Owner (UMKM) Indonesia yang diinisiasi oleh excellence.asia. Pada LOKA 15 kita akan belajar tentang “All About TAX and How Small Business Can Get Benefit from The New Tax Rate” bersama Gabriel Kurniawan (Director GCK Consulting, Partner Jurnal.id) Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 18 Agustus 2018 jam 09.00 WIB di Backspace Lippo Mall Puri.

DAFTAR SEKARANG http://exc.li/loka15

 

Sumber artikel : https://www.jurnal.id/id/blog/2018/bebas-stress-menghadapi-pajak-dengan-perencanaan-mulai-hari-ini

Evolusi media sosial dan teknologi telah mengubah sistem pemasaran. Dulu mungkin kita tertarik membeli produk tertentu karena iklan di televisi, sekarang kita bisa melihat berbagai jenis iklan di media sosial. Banyak pebisnis sukses karena memasarkan bisnisnya melalui sosial media. Saat ini data berlimpah dan wawasan mudah diperoleh, sehingga tidak menutup kemungkinan seseorang menjadi entrepreneur yang sukses karena dirinya cerdas menggunakan sosial media untuk mendorong hasil yang luar biasa.

Media sosial memungkinkan kamu untuk membangun followers setia dan berbagi pesan dengan cara yang unik, menghasilkan penjualan dan akhirnya membangun bisnis yang sukses. Ini menjadi salah satu cara membentuk pemasaran online yang paling efektif. Berikut adalah 5 tips yang dapat membantu kamu menggunakan media sosial untuk mendorong lebih banyak penjualan.

1.Gunakan nama yang sama untuk semua profil sosial media

Sangat penting untuk menggunakan nama yang sama pada semua media sosial- Instagram, Facebook, Twitter, LinkedIn, dll. Nama yang sama mempermudah kamu untuk melakukan branding dan selling.

Konsistensi dibutuhkan agar konsumen mudah mengingat nama dari bisnis/ produk yang kamu jual. Tidak hanya nama, gunakan logo dan karakter yang sama pada akun di semua sosial media. Sesuatu yang sederhana seperti mempertahankan merek yang konsisten, username, memastikan bahwa kamu selalu bisa ditemukan dengan mudah di semua platform.

2.Posting ulang konten testimoni dari pelanggan yang menggunakan produk kamu

Tidak ada testimonial yang lebih baik daripada orang-orang nyata yang memposting tentang produk kamu di media sosial. Repost bisa kamu lakukan untuk memperkuat brand bisnis kamu. Tidak hanya itu, hal ini menarik bagi calon konsumen untuk meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang kamu jual. Testimoni bisa menjadi iklan yang lebih efektif dibandingkan kamu harus membayar iklan dengan biaya mahal. Kamu membiarkan pelanggan kamu melakukan penjualan tanpa paksaan, atau malah kamu bisa kasih rewards untuk mereka, lho.

Dengan berbagi konten yang dibuat oleh konsumen yang telah membeli produk kamu artinya kamu sedang menanamkan kepercayaan. Konsumen tentu menyukai ulasan dan dukungan oleh pengguna nyata- sehingga tidak salah jika kamu memberikan rewards untuk mereka yang membuat konten ini. Jangan lupa buatlah hashtag yang khas dan buatlah kontes di sosial media untuk para konsumen yang telah membeli dan menggunakan produk yang kamu jual.

3.Fokuslah pada sosial media dengan audiens yang aktif  

Kamu tidak perlu hadir secara aktif di setiap platform, tetapi kamu harus memiliki kehadiran yang kuat di platform tempat audiens kamu aktif.

Misalnya, kamu berjualan produk clothing dan ternyata followers kamu lebih banyak aktif di Instagram. Cobalah untuk lebih aktif di Instagram agar brand kamu semakin melekat pada pelanggan. Kamu harus fokus dalam menentukan social media mana yang paling berdampak pada bisnis kamu.

Graham Kramer, CEO dan pendiri Artemis Venture Capital, dan mitra bisnisnya, David Mendelsohn, mengatakan mereka menggunakan pemasaran media sosial untuk membantu skala bisnis klien mereka, dan salah satu hal yang mereka fokuskan adalah dengan menargetkan platform media sosial yang benar.

4.Gunakan bahasa yang biasa digunakan oleh konsumen

Ketika membangun hubungan dengan konsumen, penting agar kamu menggunakan bahasa sehari-hari mereka.

Ini adalah langkah yang tepat untuk bisa mendorong audiens melakukan tindakan tertentu- seperti: memberikan komentar pada postingan kamu, menandai teman mereka, atau bahkan membeli salah satu produk kamu. Cara hebat untuk menunjukkan bahwa kamu memahami target konsumen adalah dengan berbicara menggunakan kata kunci, frase, atau emoji untuk membuat mereka merasa dekat dengan kamu.

Kedekatan personal dibangun dan membuat mereka lebih mudah menangkap pesan-pesan promosi yang kamu lakukan. Cobalah melakukan pendekatan kepada target konsumen dengan menggunakan bahasa mereka.

5. Buatlah tautan dari sosial media menuju website

Pada akhirnya untuk mendorong pembelian dari sosial media  adalah mengubah followers kamu menjadi pelanggan. Bagaimana caranya? Jika kamu mengarahkan dengan cara yang rumit, maka calon pelanggan pasti akan beralih ke tempat lain.

Buatlah cara yang mudah bagi pelanggan, salah satu caranya adalah dengan menggunakan tautan di sosial media. Sehingga cukup dengan click pada postingan di sosial media kamu bisa langsung terhubung ke situs web kamu. Kamu juga bisa menambahkan tautan di bio kamu lho. Jika pengguna tidak bisa mengakses halaman produk kamu dalam satu atau dua click, berarti konversi kamu sangat rendah. Jaringan sosial terus melakukan perubahan untuk membantu pengguna bisnis mereka, salah satu contohnya adalah tagging dalam Instagram.

Baca juga : Pilih Instagram Ads atau Google Ads?

 

Palembang, 28 Juli 2018 – Asian Games 2018 sudah dekat. Ini adalah event olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade, dan Indonesia menjadi tuan rumah untuk gelaran akbar ini, yaitu di kota Jakarta dan Palembang. Pemerintah Indonesia memprediksi lebih dari 3 juta turis asing akan datang ke Indonesia selama 2018 yang salah satunya dipicu oleh event olahraga akbar ini.

Dari pengalaman di berbagai negara, penyelenggaraan event olahraga akbar yang sangat besar seperti ini akan membawa dampak positif kepada infrastruktur, pariwisata, dan lapangan pekerjaan. Intinya ekonomi Indonesia akan terangkat oleh Asian Games 2018 dan sebagai Small Business Owner harus bisa memanfaatkan momentum “Energy of Asia” ini.

Bagaimana memanfaatkan momentum Asian Games 2018 ini untuk memperbesar bisnis UMKM? excellence.asia melalui program EXCELLOKA hadir di Palembang mengajak para pelaku bisnis lokal untuk berdiskusi dengan tema How to Elevate Your Business Using Asian Games Momentum. Acara yang berlangsung di Maxone Hotel Palembang ini dihadiri oleh 30 pelaku bisnis UMKM. Dalam acara yang dipandu langsung oleh CEO dan CoFounder excellence.asia, Viktor Yanuar S, EXCELLOKA menggandeng para pembicara yakni Taufik Hidayat (INASGOC Palembang), Anton Huang (Pemilik Pempek Lince), dan H. Apran Abdi, SS (Ketua Komunitas TDA Palembang).

“Momen Asian Games ini menjadi marketing besar untuk Palembang. Bayangkan saja sekarang 45 negara di Asia menjadi familiar dengan nama Palembang. Pada tahun 2014 Pemerintah Sumatera Selatan itu memperjuangkan agar nama Palembang muncul dalam logo Asian Games dan ini tentu berdampak positif untuk Palembang. Perumahan, properti, makanan, dan berbagai jenis bisnis lainnya akan laris,” ungkap Taufik Hidayat.

Sebagai Panitia Daerah Asian Games, Taufik juga memaparkan bahwa momen Asian Games ini merupakan sport tourism yang bisa dimanfaatkan. Jakabaring bisa menjadi paket wisata yang sangat menarik dan ini mendukung berkembangnya perekonomian daerah.

Apran juga mengatakan bahwa para pengusaha bisa memanfaatkan momentum ini. Sebagai pengusaha harus jeli melihat momentum.

“Dalam bisnis kita tidak bisa berdiam diri di sudut ruangan dan kemudian bunuh diri. Kita harus melihat menganalisa tren yang akan datang. Jika tidak, maka tanpa disadari bisnis kita lama-lama menjadi tidak relevan, sepi, dan tutup,” kata Apran.

Asian Games Jakarta-Palembang bahkan telah terdengar sejak 2013, sehingga seharusnya gerakan yang muncul di kalangan para pengusaha bukanlah gerakan ‘kagetan’. Sebagai pengusaha alangkah lebih baik jika sudah mengatur strategi lebih awal untuk memanfaatkan momen sebagai sarana mengembangkan bisnis.

Dalam acara ini, Anton Huang sebagai Pemilik Pempek Lince berpendapat bahwa dirinya memanfaatkan momen Asian Games untuk mengambangkan bisnisnya.

“Waktu Sea Games 2011 saya bikin usaha musiman bernama Palembang Tour, karena saya meyakini bahwa orang dateng gak sekedar cari kuliner. Tahun 2011 saya gak punya mobil, sekarang saya bisa punya banyak mobil karena kerja sama dengan para driver online,” kata Anton.

Anton pun mengakui bahwa Pempek Lince berkembang bukan dari offline store, melainkan dari online store. Sebelum merintis bisnis kuliner Anton memiliki usaha di bidang jasa pembuatan website. Saat itu dirinya mencoba menawarkan jasanya kepada penjual pempek, namun seringkali ditolak. Dari situlah ia termotivasi untuk membuat website pempek dan tanpa disangka niat yang ia tekuni ini berujung pada keberhasilan.

“Dari awal Pempek Lince berdiri saya menanamkan mindset ‘saya gak boleh berharap bantuan apapun’. Kita berusaha mengembangkan produk kita dengan berbagai inovasi. Salah satunya dengan menghadirkan beberapa rasa cuko menyesuaikan dengan selera konsumen. Kelebihan kita adalah memiliki 4 rasa cuko. Saya berpikir bagaimana caranya menarik orang agar mendekat, bukan kita yang mendekat,” ungkap Anton.

Taufik sendiri mengajak agar para pengusaha lokal Palembang dapat memanfaatkan momentum Asian Games sebagai sarana mempromosikan bisnis.

“Semua produk Asian Games seperti merchandise, kaos, dll mungkin hanya akan laris selama Asian Games. Setelah itu akan sulit lagi dijual karena Asian Games sudah berakhir. Nah, sebagai pengusaha kita harus berinovasi dengan berpikir bagaimana caranya dengan momen Asian Games yang sebentar ini bisa membuat brand bisnis kita diingat terus oleh para pendatang,” kata Taufik.

Tidak hanya Taufik Hidayat sebagai Panitia Daerah Asian Games Sumatera Selatan yang hadir dalam acara ini, Ana Heryana MT, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM juga hadir dan mendukung EXCELLOKA.

“Saya yakin program EXCELLOKA ini akan banyak bermanfaat bagi UMKM, mudah-mudahan ke depan kita dapat bekerja sama. Saya mengharapkan acara ini dapat bermanfaat dan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Jalan-jalan di jembatan ampera, singgah sebentar untuk berselfi ria. Dengan program EXCELLOKA dari excellence.asia, kita wujudkan UMKM yang berkarya,” ungkap Ana Heryana MT.

Dunia wirausaha tentu sangat menarik dan penuh tantangan. Bahkan setiap hari satu pemain baru masuk dalam ring kewirausahaan. Dan setiap hari beberapa wirausaha game over. Banyak dari para wirausaha ini, bertanya-tanya kenapa bisnis saya tidak berjalan lancar? Padahal telah menghabiskan banyak waktu untuk menyempurnakan bisnis tersebut.

Dalam banyak kasus, jawabannya mudah yaitu arus kas.

“Arus kas adalah sumber kehidupan bisnis dan penting dalam pertumbuhannya,” menurut konsultan komunikasi pemasaran dan pengusaha, Caron Beesley. “Dengan uang ketat dan pinjaman bank yang sulit didapat, perusahaan yang kekurangan uang dapat dengan mudah didorong ke tepi jurang.”

Nah, buat kamu para pemilik bisnis pelajaran yang harus dikuasai adalah bisnis tidak bisa beroperasi sangat lama ketika arus kas keluar melebihi arus kas masuk. Setiap bisnis, khususnya startup, harus memantau arus kasnya dengan penuh semangat untuk mencegah gangguan bisnis yang serius. Dalam bisnis, uang tunai adalah raja dan arus kas adalah prioritas.

Pemilik bisnis terjebak pada masalah arus kas karena tidak menghabiskan waktu yang cukup untuk memonitor aliran pendapatan dan mengatur agar seimbang dengan pengeluaran yang ada. Sebagai pemilik bisnis kamu harus menyadari pentingnya menghitung proyeksi arus kas yang akurat untuk menangani kegiatan sehari-hari. Kalau kamu tidak mempertimbangkan perkiraan arus kas mereka untuk periode mendatang (hari, minggu, bulan, dan kuartal) artinya kamu menempatkan bisnis pada risiko yang serius.

Dimulai dari hari pertama, bisnis harus melacak dan mengelola uang tunai dari waktu ke waktu, termasuk segala biaya yang digunakan untuk membayar vendor, karyawan, dan biaya operasional lainnya. Kalau kamu adalah pemilik bisnis tentu tidak boleh ada keraguan dalam mengelola manajemen arus kas. Keraguan dan ketidakpastian bisa mendekatkan kamu pada risiko kegagalan.

Nah, berikut 5 tips yang bisa dilakukan pemilik bisnis untuk memastikan bajwa arus kas dikelola dengan baik

1.Buatlah Anggaran

Sebagai pemilik bisnis kamu harus duduk serius memperkirakan arus kas masuk yang diharapkan dan arus keluar. Beberapa faktor yang juga perlu dipertimbangkan seperti siklus penjualan, syarat dan diskon yang diberikan ke pelanggan, tingkat kenakalan industri, dan faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi waktu di uang tunai yang masuk.

Demikian pula, perlu untuk memperkirakan pengeluaran dan pengeluaran kas lainnya. Ini termasuk waktu pembelian peralatan, bahan baku dan persediaan. Ini juga termasuk jadwal pembayaran gaji, pajak, dan pengeluaran sehari-hari lainnya. Kamu harus membuat semua anggaran dengan teliti dan mendetil, ya.

2.Monitor semua anggaran yang sudah kamu buat

Memeriksa anggaran seharusnya sering dilakukan, setidaknya dalam basis bulanan. Arus kas yang sebenarnya harus kamu bandingkan dengan perencanaan anggaran yang sudah kamu buat. Jika arus kas masuk kurang dari yang diantisipasi, cari tahu alasan untuk kekurangan tersebut. Jika arus kas keluar menjadi lebih besar dari yang diharapkan, memahami penyebabnya juga penting buat dilakukan, lho.

Melakukan monitoring ini sangat penting, agar bisnis yang kamu miliki tetap terkendali. Tidak hanya itu, dengan melakukan monitoring secara rutin dan teliti kamu bisa melakukan koreksi apabila ada pengeluaran yang tidak wajar d menghindari kerugian dalam bisnis. Pertanyaannya, apakah kamu sudah memiliki jadwal untuk melakukan monitoring semua anggaran dalam bisnis?

3.Jangan lupa untuk memiliki ‘Rencana B’

Terlepas dari jumlah waktu dan energi yang kamu lakukan untuk menciptakan anggaran, kejadian tak terduga dapat tiba-tiba muncul. Hal ini bisa mendatangkan malapetaka bahkan pada sistem manajemen kas bisnis kamu. Selama waktu-waktu seperti itu, bisnis mungkin perlu bergantung pada sumber uang kontingen agar operasional tetap berjalan sampai semuanya kembali normal.

Sumber-sumber dana kontingen yang umum termasuk jalur kredit, aset pribadi, teman bisnis, dan keluarga. Sebagai pemilik bisnis, kamu harus memiliki Rencana B yang berbaris dengan baik sebelum dana diperlukan. ‘Rencana B’ diperlukan untuk mengantisipasi apabila terjadi krisi arus kas dalam bisnis. Jangan sampai kamu mengalami permasalahan keuangan dalam bisnis yang berujung pada ‘gulung tikar’ karena kamu tidak memiliki rencana B dalam mengelola arus kas.

4.Terapkan sistem ‘tagihan cepat’

Elemen kunci dari manajemen arus kas adalah mengendalikan waktu dana masuk dan keluar. Misalnya, kamu memiliki pelanggan yang memperpanjang periode 30 hari untuk memberikan pembayaran. Apabila hal ini terjadi, mungkin bisa menjadi beban pada bisnis yang kamu miliki. Pembeli memperpanjang masa periode pembayaran, sementara kamu harus tetap memenuhi berbagai kebutuhan dalam menjalankan bisnis.

Taktik paling mudah untuk mengejar bisnis adalah menagih klien segera. Bisnis yang melakukan penjualan secara kredit harus memastikan bahwa faktur dikirim dalam 24 jam setelah transaksi. Selanjutnya, kamu harus melacak faktur mereka dan mengirim pengingat sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran. Bisnis yang menunda pengiriman faktur kemungkinan akan menerima pembayaran mereka terlambat karena waktu pemrosesan yang dibutuhkan oleh pembeli. Kamu harus mempertimbangkan langkah yang efektif untuk mengirimkan faktur dan melakukan monitoring pembayaran untuk menghindari kredit yang semakin tinggi.

Untuk mengurangi tekanan yang diciptakan oleh penjualan kredit, bisnis harus menerapkan taktik untuk mempercepat pembayaran. Salah satu contohnya, kamu bisa  memberikan diskon kepada pembeli yang membayar tagihan mereka dalam 10 hari.

Semua pemilik bisnis pasti memimpikan melakukan penjualan besar. Sayangnya, bisnis yang menghasilkan penjualan besar secara kredit sering kali berada di bawah tekanan karena mereka mungkin memerlukan pembelian inventaris tambahan. Dalam kasus seperti itu, pemilik bisnis kamu bisa mengantisipasinya dengan menerapkan sistem memberikan uang muka terhadap pembelian sehingga dapat meringankan beban arus kas dalam bisnis.

5.Tetapkan kebijakan pembayaran tepat waktu

Strategi pengelolaan arus kas yang baik membutuhkan pengumpulan faktur yang cepat dan pembayaran tepat waktu. Ini berarti bahwa bisnis tidak harus membayar tagihannya sebelum waktunya – atau terlambat. Kamu harus bisa memastikan bahwa kamu sudah membayarkan semua tagihan bisnis sebelum jatuh tempo. Dalam bisnis yang kamu miliki dapat diterapkan pemberian diskon pada pelanggan yang membayarkan secara tunai dan tepat waktu. Begitu pula sebaliknya, ya.

Sejauh bisnis kamu menyiram dengan tunai, kamu juga bisa meminta diskon tunai pada saat pembelian kebutuhan bisnis daripada membeli secara kredit. Tawaran pembayaran tunai dapat menarik penjual untuk menawarkan diskon. Hal ini sangat bermanfaat apabila pembelian dilakukan dalam jumlah besar.

Nah, lima poin di atas merupakan tips manajemen arus kas buat para pemilik bisnis. Tidak hanya menerapkan ke lima hal di atas, kamu bisa juga belajar lebih mendalam tentang manajemen arus kas dari berbagai sumber, lho.

Banyak orang bilang kalau memulai bisnis melelahkan. Entrepreneur harus bisa melakukan koordinasi, mulai dari produksi, mencari pelanggan, mengurus perijinan, perpajakan, dan masih banyak lagi. Bisa dibilang kalau entrepreneur itu gak punya waktu untuk makan atau tidur. Apalagi buat entrepreneur baru yang harus memikirkan bagaimana cara membangun brand dari nol?

Memiliki bisnis baru bisa disamakan dengan memiliki bayi baru lahir yang harus dirawat. Sama seperti orang tua bertanggung jawab untuk membimbing anaknya agar menjadi orang dewasa terbaik yang mungkin dia bisa. Nah, tugas kamu adalah membantu bisnis kamu memiliki identitas yang kuat. Semua bisa tercapai dengan niat, komitmen, dan dengan sepenuh hati untuk membawa bisnis kamu bertumbuh dan berkembang.

Berikut adalah enam tips untuk membantu kamu membangun identitas brand dalam bisnis

1.Temukan inspirasi

Salah satu langkah yang bisa kamu lakukan untuk membangun identitas bisnis kamu adalah melihat apa yang dilakukan orang lain. Kamu bisa memperhatikan taktik pencitraan brand yang populer di industri yang sama, misalnya mulai dari menemukan bentuk huruf yang keren untuk iklan, kata-kata menarik yang digunakan, atau ilustrasi yang digunakan untuk menarik perhatian pelanggan. Kamu bisa juga menemukan inspirasi dari penjelajahan dunia digital. Manfaatkan internet untuk menemukan inspirasi. Cobalah untuk melihat berbagai video di youtube atau artikel-artikel yang bisa membantu kamu membangun brand.

2.Mainkan “dua puluh pertanyaan”

Ketika kamu mencari inspirasi, penting banget untuk menganalisis motif kamu. Misalnya, memilih logo karena “terlihat keren” itu tidak cukup baik. Kamu harus memilih branding yang mencerminkan karakter bisnis kamu, bukan hanya hal-hal yang terlihat bagus. Untuk memastikan kamu berada di jalur yang benar, tanyakan dan jawab pertanyaan tentang budaya, produk, tujuan, visi dan misi bisnis kamu. Cobalah untuk terus menggali identitas brand dari  bisnis yang kamu kelola. Proses ini membantu kamu mendapatkan wawasan tentang identitas bisnis kamu saat ini. Teruslah bertanya apakah yang kamu pilih sudah sesuai dengan tujuan bisnis kamu?

3.Fokus pada detail

Sebagai entrepreneur kamu perlu tahu bahwa konsumen jauh lebih jeli daripada pemilik bisnis. Kamu mungkin tidak memiliki kosakata yang tepat untuk mengungkapkan identitas brand bisnis kamu berfungsi atau tidak, tetapi konsumen bisa melihat hal itu benar/ salah. Misalnya, saat kamu memilih gambar dengan harapan sudah sesuai dengan kepribadian brand bisnis kamu. Pilihan yang salah dapat mengirim pesan bahwa bisnis kamu belum matang, atau malah membuat iklan tentang bisnis kamu menjadi viral dengan pesan yang tidak sesuai dengan harapan. Sebelum kamu melakukan aktivitas branding, kamu harus melakukan double check untuk meminimalisir kesahalan. Kenapa? Karena kesalahan yang tampaknya sederhana ini bisa sangat merusak citra bisnis kamu dan membingungkan pelanggan.

4.Jangan tinggalkan desain cetak

Sekarang kita memang hidup di dunia virtual, tetapi perlu diingat bahwa manusia bukan makhluk virtual. Terkadang cara terbaik untuk menjangkau orang adalah dengan sesuatu yang nyata, membangun koneksi fisik dengan brand bisnis kamu. Desain cetak yang bagus bisa memberitahu klien apa yang perlu mereka ketahui tentang bisnis kamu. Sebagai contoh, kartu nama dengan desain bentuk yang unik. Hal ini bisa membantu kamu membangun “first impression” yang menarik di mata calon klien. Mencoba untuk out of the box gak salah kog, malah kamu bisa menarik perhatian klien. Tentunya dengan cara yang positif, ya. Cobalah untuk berinovasi agar bisa memberikan kesan yang menarik di mata klien dan pelanggan.

5.Maksimalkan media sosial

Media sosial adalah salah satu cara paling efisien untuk memasarkan brand bisnis kamu karena jangkauannya yang luas. Ada beberapa media sosial yang yang bisa kamu manfaatkan, seperti Facebook, LinkedIn, dan Instagram. Facebook sendiri baru-baru ini melampaui 500 juta anggota. Tidka hanya memiliki page, kamu bisa juga melakukan iklan melalui sosial media. Namun kamu perlu juga untuk memahami karakter dari media sosial ini. LinkedIn misalnya, cenderung menyiratkan profesionalisme, sementara Instagram lebih banyak bermain dengan gambar atau video singkat.

6. Manfaatkan momentum yang ada

Kamu sebagai entrepreneur harus membuka kalender secara rutin ya. Kamu harus mengetahui momen-momen yang bisa kamu manfaatkan untuk melakukan ‘branding activity’. Misalnya, bulan Agustus 2018 ini Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games. Kamu bisa memanfaatkan momen ini sebagai bagian dari branding activity, misalnya kemasan produk kamu desain dengan tema-tema Asian Games. Atau kamu melakukan iklan di sosial media dengan memanfaatkan ‘tagging’ Asian Games. Kamu bisa melakukan hal ini tidak hanya untuk meningkatkan angka penjualan, tetapi bisa menunjukkan bahwa bisnis kamu ikut mendukung momen Asian Games. Ada banyak momen yang bisa kamu manfaatkan untuk membangun brand. Apakah kamu sudah update dengan momen-momen menarik dalam waktu dekat ini?

Kunci untuk membangun brand yang kuat adalah membangun rencana sedini mungkin. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, kamu akan diposisikan untuk menyajikan citra brand yang konsisten di semua platform pemasaran yang ada. Dan jika kamu memainkan kartu dengan benar, identitas itu akan menjadi salah satu yang dapat tumbuh dan berkembang bersama bisnis kamu.

Kemarin kita sempet bahas tentang Komitmen Ruslan Naba Mengembangkan Estubizi (Chapter 1). Kita sudah ngobrol tentang gimana rahasia Ruslan membangun bisnis Estubizi Coworking Space dan Business Center. Tidak hanya tentang perjuangan Ruslan sebagai entrepreneur, kita juga ngobrol bareng Ruslan tentang perkembangan coworking di Indonesia, khususnya di Jakarta. Ternyata Estubizi bukanlah coworking space dan business center pertama di Jakarta, lho.

“Estubizi bukan yang pertama, industri coworking space sudah ada di Jakarta sejak 2012 sedangkan kami baru mulai 2016. Di Depok, Bandung, dan Bali sendiri sudah mulai bermunculan dari tahun 2011,” tutur Ruslan.

Ruslan juga mengungkapkan bahwa dirinya tergabung dalam perkumpulan coworking di Indonesia. Dari situ ia mengetahui pada 2015-2016 ada 150 orang hadir dalam pertemuan di Bandung dengan jumlah coworking sekitar 40an. Pada November 2017 pada event Coworkfest sudah ada 190 an, hingga saat ini sudah ada lebih dari 200 coworking space yang tersebat di 40 kota di Indonesia. “Hanya sekitar 1 tahun sudah meningkat sekitar 500%, lho,” kata Ruslan.

Melihat perkembangan industri coworking space yang pesat, Ruslan memiliki beberapa strategi untuk bisa bertahan bahkan bersaing dalam industri ini. Bagaimana strategi yang dilakukan?

“Kita menetapkan 2018 sebagai tahun kolaborasi,” ungkap Ruslan.

Tahun kolaborasi itu  kayak gimana, ya? Tahun ini Estubizi akan meningkatkan engagement bersama klien. Kita akan membangun Estubizi Network, yakni sebuah platform komunitas online yang didukung oleh Salesforce, sebuah platform CRM terbaik di dunia. Dalam persiapan implementasinya, Estubizi didukung penuh oleh PT Langit Kreasi Solusindo.

Estubizi Network juga didukung oleh lebih dari 50 perusahaan Partner Estubizi dan coworking space di berbagai kota di Indonesia. Mereka adalah sejumlah perusahaan yang berkolaborasi dan memiliki komitmen membantu usaha startup & entrepreneur Indonesia, antara lain: notaris & konsultan legal, konsultan brand & marketing, email marketing, web developer, konsultan e-commerce, hosting, permodalan usaha, digital payment, software SDM dan akunting berbasis cloud, event management, training provider, freelancer, percetakan, jasa kurir & logistik, warehousing, dan masih banyak lagi.

Selain itu juga tersedia online mentoring oleh Partner Individual yang terdiri dari lebih 50 praktisi dan profesional yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya masing-masing.

“Tujuan utama dibentuknya Estubizi Network ini adalah untuk mengurangi tingkat kegagalan startup, entrepreneur dan UKM Indonesia di tahap awal mereka berusaha dan untuk memberdayakan entrepreneur di Indonesia,” ujar Ruslan.

Luar biasa banget, Ruslan bisa menjadi salah satu contoh entrepreneur yang berhasil. Ia tidak hanya mempertahankan bisnisnya, tetapi selalu berjuang merealisasikan ‘mimpinya’. Tapi inget, untuk menjadi pengusaha sukses kamu gak bisa cuma ‘bermimpi’ ya, kamu harus butuh komitmen untuk mengembangkannya. Sekaligus jangan pernah berhenti belajar. Siap berkembang dan mewujudkan ‘umkm naik kelas’.

Mau jadi entrepreneur sukses?

#cumabutuhkomitmen

 

Salah satu tolak ukur kesuksesan bisnis usaha kecil dan menengah (UKM), baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan jasa, adalah kondisi finansialnya. Hal tersebut hanya dapat terlacak apabila kamu memiliki laporan keuangan yang tersusun secara rapi dan sistematis. Melalui laporan keuangan, kamu bisa melakukan perbandingan kondisi finansial UKM, misalnya perbandingan pada bulan ini dan sebelumnya.
Dari sini, kamu bisa mengetahui apakah bisnis kamu mengalami peningkatan keuntungan. Berdasarkan informasi yang didapat, kamu bisa segera mengambil keputusan atau tindakan yang diperlukan untuk kepentingan perusahaan.
Nah, pencatatan laporan keuangan untuk bisnis UKM ini didasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan mulai berlaku secara efektif sejak 1 Januari 2011. Standar ini dibuat untuk pelaku UKM yang hendak menggunakan prinsip-prinsip laporan keuangan untuk menyediakan informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan, laporan arus kas, dan sebagainya.
Lalu, apa saja yang menjadi bagian dari proses pelaporan keuangan untuk UKM berdasarkan SAK ETAP?

Laporan Laba Rugi

Sesuai namanya, laporan laba rugi bertujuan untuk memberi informasi apakah bisnis kamu berada dalam kondisi laba atau rugi. Beberapa pelaku UKM juga menyebut laporan laba rugi sebagai income statement. Umumnya, penyusunan laporan laba rugi terbagi menjadi dua cara, yaitu:
Cara langsung (single step)Jika menerapkan cara ini dalam penyusunan laporan laba rugi, kamu hanya perlu menjumlahkan seluruh pendapatan dari atas sampai bawah menjadi satu kelompok, lalu menguranginya dengan total beban dalam periode yang berlaku.
Cara bertahap (multiple step)Cara ini dinilai relatif lebih susah dari single step. Pada metode ini, pendapatan bisnis dipisah menjadi dua kategori, yaitu pendapatan operasional (yang berasal dari kegiatan pokok) dan pendapatan non operasional (yang berasal dari luar kegiatan pokok). Baru setelah itu dikurangi dengan total beban atau biaya.Namun, apa pun cara penyusunan yang dipilih, ada beberapa komponen penting yang wajib ada dalam laporan laba rugi bisnis kamu. Beberapa komponen tersebut adalah pendapatan, laba rugi usaha, beban pinjaman, dan beban pajak. Berikut adalah contoh laporan keuangan laba rugi bisnis UKM.UKM, contoh laporan keuangan, perusahaan, perusahaan dagang, perusahaan jasa, laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan piutang, laporan utang, laporan persediaan, stok barang, software akuntansi, laporan perubahan modal, Aktiva

Laporan Neraca

Disebut juga dengan balance sheet, laporan neraca berfungsi untuk menunjukkan kondisi, informasi, dan posisi keuangan bisnis kamu pada periode waktu tertentu. Melalui laporan neraca inilah kamu dapat mengetahui data tentang kewajiban berupa utang, ekuitas atau modal perusahaan, dan jumlah aktiva berupa harta atau aset.

Nah, dalam penyusunan neraca, ada tiga komponen yang wajib kamu ketahui, yakni aset, liabilitas, dan ekuitas—yang jika digabungkan akan membentuk rumus seperti berikut:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Di bawah ini adalah contoh laporan keuangan penyusunan neraca yang bisa kamu lihat untuk bisnis UKM kamu.

UKM, contoh laporan keuangan, perusahaan, perusahaan dagang, perusahaan jasa, laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan piutang, laporan utang, laporan persediaan, stok barang, software akuntansi, laporan perubahan modal, AktivaLaporan Arus Kas

Penyusunan laporan arus kas bertujuan untuk menunjukkan data tentang aliran masuk dan keluar kas bisnis pada periode tertentu. Berdasarkan data arus kas terkini, kamu pun dapat memanfaatkan laporan jenis ini sebagai indikator jumlah arus kas pada periode selanjutnya.

Idealnya, laporan arus kas disusun menjadi tiga bagian berdasarkan sumber arus kas masuk, yakni arus kas dari kegiatan operasional, investasi, dan pendanaan. Sementara itu, arus kas keluar dilihat dari seberapa banyak jumlah beban biaya yang dikeluarkan perusahaan. Berikut contoh laporan keuangan arus kas untuk bisnis UKM.

UKM, contoh laporan keuangan, perusahaan, perusahaan dagang, perusahaan jasa, laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan piutang, laporan utang, laporan persediaan, stok barang, software akuntansi, laporan perubahan modal, AktivaLaporan Perubahan Modal

Apa pun bidang bisnis yang ditekuni, semuanya pasti berawal dari modal. Nah, pengelolaan modal begitu penting untuk memastikan bahwa kamu memanfaatkan setiap dana secara efisien. Itulah mengapa kamu membutuhkan laporan perubahan modal. Laporan keuangan satu ini menyediakan data mengenai seberapa besar perubahan modal yang telah terjadi sekaligus dengan penyebab perubahannya.

Untuk membuat laporan perubahan modal, kamu harus menyusun laporan laba rugi terlebih dulu. Pasalnya, penyusunan laporan perubahan modal membutuhkan beberapa data yang cukup spesifik, seperti pengambilan dana pribadi oleh pemilik pada tahun tertentu, modal pada awal periode, serta jumlah laba atau rugi bersih pada tahun tertentu. Seperti ini contoh laporan keuangan untuk perubahan modal yang bisa kamu terapkan pada bisnis UKM kamu:

UKM, contoh laporan keuangan, perusahaan, perusahaan dagang, perusahaan jasa, laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan piutang, laporan utang, laporan persediaan, stok barang, software akuntansi, laporan perubahan modal, AktivaCatatan atas Laporan Keuangan

Bagi yang masih merasa asing dengan laporan satu ini, catatan atas laporan keuangan adalah laporan yang berisi data-data tambahan atau terkait dengan laporan yang telah disajikan. Idealnya, catatan atas laporan keuangan bisa disusun secara naratif.

Tujuannya adalah untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang hal-hal yang tertera pada berbagai jenis laporan lainnya. Dari catatan atas laporan keuangan ini jugalah kamu bisa mengetahui sebab atau alasan tertentu sehubungan dengan data keuangan yang disajikan. Adanya catatan atas laporan keuangan akan memudahkan kamu dalam memahami laporan keuangan lain secara lebih mudah.

Beberapa Jenis dan Contoh Laporan Keuangan Lain

Selain kelima jenis dan contoh laporan keuangan di atas, sebetulnya masih ada beberapa jenis laporan keuangan lain yang dapat kamu buat untuk bisnis UKM kamu. Laporan-laporan ini dapat memberikan data finansial yang lebih spesifik sesuai dengan jenisnya masing-masing. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Laporan persediaan

Jenis laporan satu ini umumnya hanya ada pada perusahaan dagang. Data di dalam laporan persediaan (inventory) mencakup stok barang, aktiva yang dimiliki perusahaan dagang untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal, hingga barang yang akan digunakan dalam membuat produk untuk dijual. Contoh laporan keuangan persediaan bisa kamu lihat di bawah ini.

UKM, contoh laporan keuangan, perusahaan, perusahaan dagang, perusahaan jasa, laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan piutang, laporan utang, laporan persediaan, stok barang, software akuntansi, laporan perubahan modal, AktivaLaporan utang

Dalam mendirikan dan mengelola bisnis, berutang merupakan hal yang wajar dilakukan. Bagaimana pun juga, kamu membutuhkan dana untuk membesarkan bisnis dan tidak semua orang memiliki tabungan pribadi yang cukup untuk itu. Berutang pun menjadi pilihan, baik mengajukan pinjaman ke bank atau lainnya.

Namun, kamu harus memastikan bahwa kamu dapat mengembalikan utang tersebut. Di sinilah laporan utang dapat membantu kamu. Laporan utang berisi informasi mengenai kewajiban yang masih harus dibayar perusahaan pada periode tertentu kepada lembaga, seseorang, atau perusahaan lain. Berikut contohnya.

UKM, contoh laporan keuangan, perusahaan, perusahaan dagang, perusahaan jasa, laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan piutang, laporan utang, laporan persediaan, stok barang, software akuntansi, laporan perubahan modal, AktivaSource: GEOCITIES.ws

Laporan piutang

Kebalikan dari laporan utang, laporan piutang menyajikan informasi mengenai kewajiban konsumen atau klien yang harus dibayarkan kepada kamu pada periode tertentu. Melalui laporan piutang, kamu pun bisa mengetahui siapa saja yang berutang kepada bisnis UKM kamu. kamu juga dapat mengetahui berapa nominal yang harus dibayarkan.

UKM, contoh laporan keuangan, perusahaan, perusahaan dagang, perusahaan jasa, laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan piutang, laporan utang, laporan persediaan, stok barang, software akuntansi, laporan perubahan modal, Aktiva

Mengingat ada cukup banyak jenis laporan keuangan yang harus dibuat untuk keperluan bisnis UKM kamu, tentu akan jauh lebih mudah, praktis, dan efisien apabila kamu memanfaatkan software akuntansi seperti Sleekr Accounting.

Berbagai fitur di dalamnya, seperti Dasbor Keuangan dan Manajemen Kas, akan memudahkan kamu dalam penyusunan laporan keuangan. Cukup masukkan data-data finansial bisnis dan Sleekr Accounting akan menghitungnya secara otomatis. Terlebih, platform Sleekr juga berbasis teknologi cloud sehingga kamu bisa mengaksesnya kapan pun dan di mana pun dengan data yang tersaji secara real-time.

Sumber artikel : http://www.sleekr.co/blog

Para pengusaha apa pun perlu banget untuk tahu bagaimana cara mengelola keauangannya dengan benar. Mulai dari melakukan pembelian, menggaji karyawan, menjaga arus kas dan mengelola akun dengan baik adalah salah satu kunci agar bisnis bisa tetap bertahan. Jika kamu adalah pengusaha, maka memastikan semua ini ada hal yang harus dilakukan dengan benar dan menjadi prioritas.

Mungkin kamu memiliki seorang staf keuangan, akuntan, atau bagian penggajian. Namun bukan berarti bahwa kamu dapat mencuci tangan dari semua masalah. Kami masih perlu melakukan beberapa tugas pengelolaan uang dasar.

Pertanyaannya, apa saja yang harus aku lakukan sebagai pemilik bisnis?

Berikut ada 7 tips mengelola keuangan untuk pengusaha.

1.Kamu bisa menyewa seorang pengacara

Meskipun pengacara tidak banyak berurusan dengan pengelolaan keuangan kamu, hadirnya pengacara visa membantu sistem elemen dasar bisnis lainnya. Apalagi jika bisnis kamu sudah berbadan hukum. Pengacara bisa membantu kamu dalam memutuskan jenis entitas bisnis seperti apa kamu beroperasi. Keputusan ini jelas sangat mempengaruhi rencana dan tujuan kamu saat ini, serta yang lebih penting adalah jenis pajak yang harus dibayarkan oleh bisnis yang kamu miliki.

2.Apakah kamu sudah membuka rekening bank?

Setelah kamu memutuskan nama bisnis dan mendaftarkannya, langkah yang kamu lakukan berikutnya adalah membuka rekening bank komersial. Kamu bisa mencari tahu bank yang memiliki kredibilitas dan terpercaya. Melalui bank tersebut kamu boleh menyetorkan uang ke akun baru yang dimiliki. Jumlahnya bervariasi, tergantung dari bisnis yang kamu kelola.

Jika kredit kamu bagus, kamu juga dapat mengajukan permohonan untuk lini bisnis kredit, rekening debet, rekening bisnis, dan layanan bisnis kecil lainnya yang mungkin ditawarkan bank.

Tetapi jika melakukan peminjaman kamu harus memiliki komitmen, ya. Jangan sampai salah mengambil keputusan dan malah berdampak negatif pada bisnis yang kamu kelola.

3.Lacak keuangan kamu

Jika kamu tidak menyewa seorang akuntan (walaupun ini sangat disarankan untuk pengusaha), kamu harus bisa melacak semua pendapatan dan pengeluaran dalam bisnis.

Salah satu caranya adalah dengan membeli software akuntansi, mengingat saat ini adanya aplikasi-aplikasi akuntansi ini sangat membantu kamu mengelola keuangan bisnis. Sangat berbahaya apabila kamu sebagai pengusaha tidak tahu ke mana uangmu pergi.

Jika Anda tidak tahu cara menggunakan software akuntansi dengan benar, kamu harus mempertimbangkan untuk menyewa pemegang buku untuk menangani keuangan bisnis secara berkelanjutan, dan juga seorang akuntan yang disewa untuk menyiapkan audit triwulanan kamu, pengembalian pajak dan laporan bisnis akhir tahun.

4.Menentukan tujuan yang jelas

Selain memiliki pemukuan keuangan yang baik, menentukan tujuan adalah hal yang penting untuk kamu lakukan sebagai pengusaha.

Kamu harus menetapkan tujuan bisnis jangka pendek mencakup keuntungan bulanan, penghematan bulanan, anggaran dan juga  tujuan jangka panjang, yakni kekayaan bersih bisnis.

Tujuan bisnis ini sangat penting karena bisa menjadi panduan kamu dalam merencanakan dan mencapai target. Jangan sampai kamu berbisnis tanpa memiliki tujuan yang jelas. Alih-alih mendapatkan keuntungan, tanpa tujuan yang jelas kamu bisa mendapat kerugian.

5.Terapkan sistem deposit aman

Dalam menjalankan bisnis apapun, kamu harus selalu meminta klien untuk melakukan deposit sebelum kamu memberikan layanan apa pun. Ini sangat penting jika layanan yang kamu sediakan mengharuskan kamu membayar di muka untuk produk. Setidak-tidaknya deposit oleh klien harus bisa menutupi biaya material yang kamu butuhkan.

Jika kamu tidak memasok tenaga kerja, deposit antara sepertiga dan setengah dari jumlah total kontrak, disarankan dibayar di muka. Informasi setoran ini harus dengan jelas diuraikan pada kontrak atau formulir pemesanan, serta kebijakan pengembalian uang. Sistem ini bisa kamu terapkan dan akan sangat membatu kamu mengelola keuangan.

6.Kumpulkan hutang

Pada titik tertentu, setiap pengusaha akan mengalami situasi di mana pelanggan tidak akan membayar penuh atau akan terlambat membayar tagihan mereka. Untuk mengatasi semua ini, kamu perlu mengetahui cara efektif mengumpulkan utang.

Pertama-tama, jaga komunikasi antara kamu dengan klien dengan terbuka. Selain itu pastikan kamu memahami undang-undang tentang bagaimana dan kapan kamu dapat berkomunikasi dengan klien yang ‘nakal’. Kamu juga bisa menyewa agen penagihan untuk melakukan pekerjaan ini. Atau pilihan terakhir apabila kamu menghadapi klien yang mangkir adalah membawa kasus ini ke pengadilan.

7.Kendalikan pengeluaran bisnis

Jika karyawan kamu harus bepergian atau menjamu rekan bisnis, pastikan bahwa kamar hotel yang terlalu mahal, tiket pesawat, dan makanan tidak berakhir dengan kredit perusahaan. Pengeluaran bisnis harus dikendalikan, salah satu caranya adalah dengan membuat peraturan bisnis yang kamu miliki. Peraturan tersebut diterapkan oleh semua karyawan dan apabila terjadi pelanggaran dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Kamu juga harus melembagakan kebijakan tertulis untuk mengantisipasi apabila terjadi penggelapan dana dalam bisnis kamu.

Jika kamu adalah pengusaha baru dan mencari kiat pengelolaan keuangan, kamu bisa memperoleh berbagai informasi dengan memanfaatkan media yang ada, termasuk internet. Ada banyak tutorial yang dapat kamu manfaatkan untuk belajar mengelola keuangan bisnis. Kalau kamu masih bingung, kamu bisa mengikuti pelatihan untuk mengembangkan bisnis bersama www.excelloka.com

 

Saat baru saja mendirikan bisnis baru, biasanya banyak hal yang harus dilakukan sekaligus oleh pemilik bisnis. Kamu dituntut untuk secara rata membagi waktu, tenaga, dan perhatian terhadap berbagai komponen. Dari sekian banyak hal tersebut, laporan keuangan bisnis merupakan salah satu yang terpenting untuk dikelola. Lebih dari sekadar pencatatan finansial, laporan keuangan menyimpan data krusial yang dapat digunakan sebagai dasar informasi akuntansi usaha mikro untuk mengambil keputusan.

Terus gimana dong kalau kamu tidak memiliki background akuntansi atau keuangan sama sekali?

Perasaan bingung dan clueless pun muncul. Namun, kabar baiknya kamu tetap bisa mempelajari penyusunan laporan keuangan walau tak memiliki background akuntansi sekali pun. Berikut ini panduan bagi para pebisnis baru untuk memudahkan pengelolaan akuntansi usaha mikro, khususnya laporan keuangan.

Manfaat Membuat Laporan Keuangan

Laporan keuangan dapat menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan sebuah bisnis. Dari data finansial yang tertara, kamu bisa melihat apakah bisnis kamu mengalami keuntungan atau kerugian. Tentunya masih ada manfaat lain yang bisa kamu dapatkan dari pembuatan laporan keuangan bisnis. Berikut ini beberapa di antaranya.

Alat pengambil keputusan – Setelah mengetahui kondisi finansial dari laporan keuangan bisnis, kamu pun bisa mengambil keputusan demi kemajuan bisnis UKM kamu.

Menentukan kelayakan usaha – Membantu memudahkan kamu dalam mendapatkan pendanaan dari investor, pasalnya calon investor pasti akan meminta kamu untuk memperlihatkan laporan keuangan.
Mempermudah proses pelaporan pajakPelaku bisnis diwajibkan membayar dan melaporkan pajak secara rutin, yang mana hal ini didasarkan pada laporan keuangan bisnis.

7 Jenis Laporan Transaksi Keuangan

Pembuatan laporan keuangan bisnis bertujuan agar kamu dapat mengetahui arus kas (cash flow) bisnis kamu, mulai dari sumber pemasukan, ke mana saja uang dibelanjakan, produk mana yang paling banyak menghasilkan profit, dan sebagainya. Nah, dalam membuat laporan keuangan akuntansi usaha mikro, setidaknya ada tujuh jenis pembukuan yang harus kamu susun, yaitu:

Buku kas – berfungsi mencatat keluar masuknya yang dalam satu periode dan bertujuan memberikan gambaran aktivitas bisnis dalam hal operasi, investasi, dan pendanaan.

Buku biaya – untuk mencatat biaya yang kamu keluarkan selama proses produksi, mulai dair membayar gaji karyawan, tagihan listrik, sewa tempat usaha, dan sebagainya.

Penjualan barang – untuk mencatat penjualan barang yang dilakukan selama periode tertentu, biasanya disertai dengan salinan faktur yang telah dibuat.

Persediaan barang – pencatatan persediaan barang yang dilakukan secara rutin, baik jumlah barang hingga harga pokoknya.

Pembelian barang – hanya untuk pencatatan pembelian-pembelian yang tidak dibayar secara tunai, diisi secara rutin berdasarkan faktur-faktur pembelian.

Buku piutang – berisi laporan pembayaran yang belum terlunasi, memudahkan kamu untuk memonitor sudah berapa lama piutang tidak tertagih sehingga kamu bisa segera mempercepat penarikan utang.

Buku utang – berisi laporan utang perusahaan yang harus dibayar pada periode tertentu kepada pihak lain.

Penyusunan Transaksi Keuangan

Memang ada tujuh jenis laporan transaksi keuangan yang harus kamu susun demi keberlangsungan bisnis. Namun, saat transaksi terjadi, idealnya kamu hanya perlu mencatatnya pada beberapa jenis pembukuan. Saat terjadi pengeluaran biaya, misalnya, kamu hanya perlu mencatatnya dalam buku kas dan buku biaya. Berikut pembagiannya:

Buku yang dilibatkan saat transaksi penjualan

Laporan keuangan, bisnis, laporan keuangan bisnis, bisnis UKM, UKM, usaha, usaha mikro, akuntansi

Buku yang dilibatkan saat transaksi pembelian

Laporan keuangan, bisnis, laporan keuangan bisnis, bisnis UKM, UKM, usaha, usaha mikro, akuntansiNah, untuk bisa membuat laporan keuangan bisnis saat transaksi-transaksi tersebut, kamu harus lebih dulu menyusun neraca. Tujuannya adalah mengetahui posisi perusahaan pada periode tertentu. Idealnya, neraca terdiri dari tiga unsur, yakni harta (aset tetap dan tidak berwujud), kewajiban (utang), dan modal (selisih antara keduanya).

Katakanlah saat ini kamu memiliki uang tunai Rp5.000.000 dengan persediaan barang senilai Rp25.000.000. Kamu juga punya utang sebesar Rp10.000.000 ke beberapa pihak. Sedangkan, modal kamu adalah Rp24.000.000. Berikut neraca awal yang bisa dibuat:

Laporan keuangan, bisnis, laporan keuangan bisnis, bisnis UKM, UKM, usaha, usaha mikro, akuntansi

Diketahui bahwa kamu memiliki kondisi neraca awal yang seimbang, yakni Rp30.000.000. Setelah itu, baru kamu bisa menyusun laporan transaksi keuangan sesuai dengan situasi yang terjadi. Misalnya, kamu memiliki bisnis pakaian wanita. Pada 5 Februari 2018, kamu berhasil menjual rok bawahan, kemeja, dan kaus dengan total keseluruhan Rp10.000.000. Beberapa hari setelahnya, kamu membayar sewa bangunan sebesar Rp1.000.000 dan tagihan listrik sebesar Rp500.000. Pembukuan yang akan dipengaruhi oleh transaksi ini adalah:

Laporan keuangan, bisnis, laporan keuangan bisnis, bisnis UKM, UKM, usaha, usaha mikro, akuntansiMenghitung Pendapatan

Nah, jika hendak menghitung pendapatan bisnis, kamu harus menghitung harga pokok penjualan (HPP) terlebih dulu, yakni dengan rumus:

HPP = Saldo persediaan awal + pembelian barang – persediaan

Baru setelah itu kamu bisa menghitung laba bersih dan laba kotor menggunakan rumus:

Laba kotor = Penjualan – HPP

Laba bersih = Laba kotor – biaya

Itulah panduan singkat bagi kamu para pebisnis baru untuk menyusun laporan keuangan bisnis. Kalau kamu masih bingung kamu bisa memperdalam materi ini bersama EXCELLOKA, lho.

Sumber artikel : http://www.sleekr.co/blog

 

Bagaimana mempersiapkan agar kamu dapat membuat laporan keuangan untuk bisnis yang kamu kelola? Simak LOKA 11 : “Perfect Financial Report for Business Growth” pada hari Jumat, 13 Juli 2018 jam 18.30 WIB di Estubizi Wolter Monginsidi bersama Bambang Willianto, SE Ak, MAk, CA, CPA, AAP-B.

Daftar sekarang juga di http://exc.li/loka11

Komitmen kamu untuk menjadi wirausahawan dimulai sekarang!