Sumber Artikel : Kontan

Kecintaan akan chicken salted egg, mendorong tiga sekawan, Charina Prinandita, Riesky Vernandes dan Michael Chrisyanto membangun usaha kuliner Eatlah. Lantaran menu ayam saus telur asin ini merupakan santapan sehari-hari mereka saat tinggal di Singapura, Charina pun ingin mengenalkan kenikmatan chicken salted egg sesungguhnya. Ya, seperti yang dia temui saat kuliah dan bekerja di negeri singa tersebut.  

Lantas, mereka pun membuka gerai pertamanya di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pertengahan 2016 silam. Tanpa bantuan karyawan, mereka berbagi tugas. Riesky mendapat bagian memasak, Charina memotong bahan-bahan, dan Michael sebagai kasirnya.

Tak disangka, Eatlah dengan cepat meledak. Bahkan, dalam dua tahun, mereka sudah membuka 15 gerainya di Jabodetabek, Semarang dan Bandung.  Charina pun buka suara tentang cepatnya ekspansi Eatlah.

“Kami menjalin kerjasama untuk persiapan lokasi dan modal buka gerai. Sementara, kami menjadi operatornya,” jelasnya.  

Mereka juga memilih tidak menawarkan terlalu banyak menu. Sampai sekarang hanya tersedia dua menu protein yaitu ayam dan dori serta tiga pilihan saus yaitu salted egg, brown butter, dan sambal.Harga seporsi menu ini mulai Rp 35.000-Rp 100.000. Dalam sehari, Charina bilang, tiap gerai bisa menjual sekitar 400 porsi.  

Mereka menggandeng beberapa pemasok daging ayam dan dori untuk memastikan ketersediaan bahan baku penuh setiap gerai. Sedangkan, telur asin langsung didatangkan dari Brebes, Jawa Tengah.

Untuk menjaga kualitas makanan, mereka melengkapi dapur setiap gerai dengan alat-alat masak canggih. Tujuannya, untuk mempermudah kerja para karyawan yang tidak mempunyai latar belakang memasak.

Tak berhenti di Eatlah, ketiga sekawan ini juga terus mengembangkan bisnis kulinernya. Sejak tahun lalu, Charina dan temannya membesut Chipslah. Berbeda dengan Eatlah yang disajikan sebagai kudapan berat, Chipslah merupakn varian camilan. Bentuknya adalah potato chips dan fish skin salted egg.       

Meski buka gerai, Eatlah incar pekerja kantoran

Tak punya latar belakang dunia kuliner, Charina Prinandia, Riesky Vernandes dan Michael Veryanto nekat terjun berbisnis ayam saus telur asin. Dengan modal patungan sebesar Rp 45 juta, tiga sekawan lulusan Raffles Design Institute ini membuka Eatlah.

Meski gemar menyantap menu ini di Singapura, tak mudah bagi Charina dan teman-temannya meracik resep yang pas. Waktu delapan bulan pun mereka habiskan untuk uji coba hingga rasa chicken salted egg pas di lidah konsumen lokal.   

Charina bilang, Riesky yang punya banyak peran menemukan racikan menu ini. Keluarga Riesky yang suka memasak sangat membantu mereka mulai dari meracik resep hingga penyajian.   

Seiring mencari resep yang pas, mereka juga menyiapkan desain kemasan berupa rice box. Pilihan desainnya adalah sederhana tapi modern. Pasalnya, konsep  Eatlah adalah makanan delivery. “Yang bisa dinikmati pekerja di kantor saat meeting,” kata Charina.

Oleh karena itu, meski punya gerai di kawasan Pantai Indah Kapuk, Charina juga mendaftarkan Eatlah dalam layanan ojek online.  Responnya cukup baik, lebih dari 50% penjualan datang dari pesanan online.

Mendapatkan respon bagus dari pasar membuat roda bisnisnya berjalan dengan cepat. Satu persatu gerai cabang dibuka di Jakarta, untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Namun, menjalankan bisnis memang tak semudah yang dibayangkan. Perempuan 27 tahun ini mengaku sempat kesulitan untuk memenuhi bahan baku untuk salah satu gerainya. Sebab, awalnya Eatlah hanya mengandalkan satu pemasok ikan dori. Seringkali menu tak dapat disediakan karena menunggu bahan sampai ke gerai. Belajar dari pengalaman,  mereka pun mencari pemasok tambahan untuk menjamin pasokan bahan baku aman saban harinya.

Masalah lainnya, mereka juga kewalahan mengatur  jumlah karyawan yang mulai banyak. Maklum saja, ini merupakan bisnis pertama bagi mereka.

“Dulu, kami sempat harus merumahkan semua pegawai salah satu gerai karena ada kecurangan,” cerita Charina.Sejak kejadian tersebut mereka memilih untuk menggunakan sistem keungan dan suplai terpusat sehingga dapat memantau aktivitas setiap gerai.

Lirik pusat belanja untuk memperluas pasar

Meski masih pemain baru di dunia kuliner, tiga sekawan, Charina Prinandita, Riesky Vernandes, dan Michael Veryanto mampu mendorong laju bisnisnya dengan cepat. Dalam tiga tahun, mereka mampu membuka sejumlah cabang hingga di luar kota.  

Tak hanya berjualan, ketiga sahabat karib ini juga giat membentuk brand imageEatlah. Selain mengedukasi pasar melalui meda sosial, mereka juga aktif mengikuti berbagai event untuk promosi, seperti bazar dan konser musik. Charina bilang, strategi mengaku strategi ini digunakan untuk menjaring konsumen yang tak aktif di media sosial.  

Tidak hanya itu, mereka juga mulai pengembangan gerai di pusat-pusat belanja. Dengan begitu, konsumen dapat menikmati makanan secara langsung di gerainya. Di sini, Charina juga ingin menyampaikan, bahwa Eatlah bukan makanan musiman.  

Bahkan kini, penjualan di mal atau pusat belanja mampu meningkatkan omzet untuk gerai-gerai fisik. Alhasil, penjualan gerai fisik sudah mengimbangi penjualannya secara online.

Sejauh menjalani dunia bisnis, Charina bilang, tantangan yang dihadapinya kini adalah membentuk karyawan menjadi loyal dan mampu bekerja secara sistematis sehingga memudahkan kontrol. Untuk itu, sebagai pemilik, dia juga tak sungkan ikut melayani konsumen disaat jumlah karyawan kurang dalam satu gerai. Dengan cara itu, pemilik dapat mengenal dan berkomunikasi dengan karyawan secara nyaman.

Dapur juga terus dibenahi dengan berbagai alat masak canggih. Tujuannya untuk memudahkan pekerjaan karyawan yang tidak mempunyai pengalaman menjadi ahli masak.   

Sadar bukan menjadi satu-satunya penjaja chicken salted egg, perempuan 27 tahun ini sudah merasakan iklim persaingan cukup ketat.  

Namun, dia tidak ambil pusing. Alasannya, dengan banyaknya pemain baru yang bermunculan maka akan membantu proses edukasi pasar lebih cepat. Yang pasti memastikan kualitas makanan tetap terjaga menjadi senjata andalan mereka untuk bertahan.  

Charina menargetkan, tahun depan Eatlah bakal mulai melebarkan sayapnya ke beberapa kota besar seperti Surabaya, Bali dan kota besar lainnya. 

    

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan berita yang muncul, baik dari media sosial maupun media massa di Indonesia terkait uang senilai Rp 80 juta. Beredarnya berita terkait prostitusi online yang melibatkan selebriti tanah air, Vanessa Angel yang ditangkap di Surabaya pada awal tahun 2019. Berita ini tentu menarik perhatian pembaca dan netizen.

Kali ini excellence.asia tidak dalam edisi mengupas tuntas berita Prostitusi Online yang melibatkan deretan aktris terkenal di Indonesia, ya. Namun excellence.asia akan memberikan rekomendasi buat kamu yang memiliki Rp 80 juta bisa dimanfaatkan untuk hal yang jauh lebih positif dan bermanfaat, yaitu mengembangkan bisnis.

Sebagai entrepreneur kamu tentu memiliki modal, baik dari sisi materi maupun pengetahuan dan skill dalam berbisnis. excellence.asia sebagai platform training di Indonesia menawarkan pengembangan bisnis untuk pemilik perusahaan hingga pemilik UKM di Indonesia.

Apa saja ya, yang bisa kamu peroleh dengan Rp 80 juta di excellence.asia?


excellence.asia Menawarkan Pilihan Inhouse Training untuk Mengembangkan Kualitas SDM Perusahaan

Jika kamu adalah seorang Human Resources dalam perusahaan, jelas kamu bisa menghabiskan Rp 80 juta untuk menemukan berbagai jenis pelatihan pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia di www.excellence.asia.

Platform excellence.asia memiliki beberapa kategori pilihan inhouse training, mulai dari Business, Personal Development, Information Technology, Design, Marketing, dan Lifestyle.

Misalnya dari aspek pengembangan bisnis, perusahaan kamu bisa memperoleh inhouse training dengan tema Dealing with Difficult People dengan kapasitas 30 peserta seharga Rp 20 juta.

Kemudian kamu masih bisa memperoleh berbagai tema inhouse training lainnya dengan kisaran harga mulai dari Rp 2 juta (1 day training) hingga Rp 80 juta. Kamu bisa mengembangkan kualitas SDM di perusahaan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan pengembangan skill dari trainer-trainer yang kompeten dan berpengalaman.

excellence.asia Menawarkan Program Pelatihan Gratis bagi UKM Indonesia

Uang Rp 80 juta untuk para pebisnis pemula jelas sangat berarti karena menjadi modal bisnis. Nah, jika kamu memiliki uang Rp 80 juta yang telah habis untuk modal bisnis kamu, jangan khawatir. Kamu masih bisa memperoleh program pelatihan untuk Small and Medium Business Owner bersama EXCELLOKA by excellence.asia. Bahkan EXCELLOKA ini tidak membutuhkan uang Rp 80 juta karena kamu bisa mengikuti pelatihan gratis dengan total 30 kelas.

EXCELLOKA diambil dari kata excel (percepatan) dan loka (dimensi) berarti dimensi percepatan. EXCELLOKA yang diusung excellence.asia diharapkan menjadi dimensi bagi UKM di Indonesia untuk mempercepat pengembangan bisnisnya. Para pelaku bisnis UKM diajak untuk mengikuti pelatihan secara berkesinambungan agar dapat mengembangkan usahanya dan mampu bersaing di perekenomian lokal, nasional, bahkan internasional. Pelatihan ini membuka peluang bagi para pengusaha di Indonesia untuk bisa membangun bisnis terkemuka.

Bagaimana Konsep EXCELLOKA?

EXCELLOKA 2019 menawarkan pelatihan bisnis bagi UKM dengan kategori Culinary, Fashion and Craft, serta Service Business dengan total pelatihan sebanyak 30 kelas mulai dari Januari – Mei 2019.

Dapat diikuti oleh UKM di bidang Service, Trading, atau Manufacturing

EXCELLOKA ditujukan untuk UKM yang aktif menjalankan bisnisnya. Semua calon peserta akan disaring dan dibagi menurut klasifikasi bisnisnya, yaitu Service, Trading, atau Manufacturing.

Penilaian Kesehatan UKM sebelum dan setelah program

Sebelum mengikuti EXCELLOKA, semua UKM akan diukur tingkat kesehatan investasi-nya (SME’s Soundness) menggunakan metode yang dikembangkan oleh SBM ITB*. Lalu kemudian pengukuran akan dilakukan kembali setelah selesai mengikuti EXCELLOKA sehingga tingkat keberhasilannya dapat diukur dengan obyektif.

Metode yang digunakan adalah yang terbaik

EXCELLOKA menggunakan metode Blended Learning yang merupakan perpaduan antara Self-Paced Learning melalui media online yang terintegrasi dengan Face-to-Face Learning melalui kelas workshop.

Self-Paced Learning akan fokus kepada teori sehingga setiap peserta dapat belajar sesuai dengan kecepatan dan kebutuhan masing-masing.

Face-to-Face Learning akan fokus kepada praktek sehingga peserta dapat secara langsung mempraktekkan apa yang didapatkan dan melakukan diskusi dengan trainer maupun peserta lainnya.

Klik dan Daftar EXCELLOKA Sekarang!

Modul yang menyeluruh untuk keunggulan bisnis UKM

EXCELLOKA dibagi menjadi 5 bagian besar yang disebut LOKA sesuai dengan hal-hal yang dibutuhkan oleh UKM dalam mengembangkan bisnis, yaitu Marketing, Good Governance, Finance, Operation, serta Human Resources.

Setiap LOKA akan dibagi menjadi beberapa sub-bagian yang disebut MODUL dan masing-masing MODUL akan terdiri dari dua komponen, yaitu Self-Paced Learning melalui online dan Face-to-Face Learning melalui kelas workshop yang saling terintegrasi.

Setiap MODUL akan dilengkapi dengan To Do List sehingga peserta dapat langsung mengetahui apa yang harus dilakukan aktual dalam masing-masing bisnis.

Self-Paced Learning dalam setiap MODUL akan dipublikasikan di Youtube Channel excellence.asia

Bukan hanya di Jabodetabek

Untuk memperkenalkan EXCELLOKA di luar Jabodetabek, setiap bulan akan dilakukan EXCELLOKA Roadshow di Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Makassar, dan Palembang.

Jadi, tunggu apalagi? Jangan lewatkan kesempatan dan lupakan Rp 80 juta. Buruan kembangkan bisnis kamu bersama EXCELLOKA dan temukan pelatihan SDM berkualitas di excellence.asia

Sekarang #CumaButuhKomitmen untuk Mengembangkan Bisnis Kamu

Tahun 2018 akan segera kita lewati. Ada banyak milestones yang sudah berhasil kami capai di tahun 2018 ini. Itu semua tidak akan mungkin kami capai tanpa dukungan semua pihak, termasuk Anda 🙂

Berikut adalah 5 milestones yang sudah berhasil kami capai selama 2018:

1. Meluncurkan EXCELLOKA dalam Pembukaan Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia

excellence.asia sebagai training marketplace di Indonesia yang juga merupakan start-up binaan IDX Incubator meresmikan program EXCELLOKA. Peresmian ini dilakukan bersama dengan Pembukaan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Peresmian dilakukan pada 6 Maret 2018 oleh Viktor Yanuar S (CEO dan Co Founder excellence.asia), Hamdi Hassyarbaini (Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan), Ferrarri Roemawi (Ketua Komite Tetap Kebijakan Pemerintah dan Publik Kadin Indonesia), Akhmad Syarbini (Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Bidang Koperasi, UKM, dan Agribisnis), dan Irwandi (Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta)

Pembukaan Perdagangan Saham di IDX

Hadirnya EXCELLOKA diharapkan dapat menjadi terobosan bagi excellence.asia untuk meningkatkan kualitas UMKM Indonesia. EXCELLOKA adalah program pelatihan berkelanjutan untuk UMKM Indonesia. EXCELLOKA diambil dari kata excel (percepatan) dan loka (dimensi) berarti dimensi percepatan. excellence.asia mengusung nama ini dengan harapan dapat menjadi dimensi bagi UMKM di Indonesia untuk bisa mempercepat perkembangan bisnisnya. Program ini akan dimulai 10 Maret 2018 di Jakarta.

“Melalui program EXCELLOKA, excellence.asia hadir memberikan pilihan kepada setiap bisnis dan individu dalam mendapatkan pelatihan, termasuk UMKM Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk mewujudkan ekosistem digital dalam industri pelatihan di mana pengetahuan dapat diakses oleh semua orang ‘tanpa batas’,” ungkap Viktor Yanuar S, CEO dan Co Founder excellence.asia.

dikutip dari berbagai media

2. Terpilih dalam Program Start-Up The Next Indonesian Unicorns (NextICorn)

“NEXTICORN ini merupakan langkah berikutnya untuk menampilkan Indonesia berikut startup-startup-nya kepada para investor global dan nasional agar startup dapat memperoleh pendanaan (funding), karena pemerintah mengerti permasalahan dalam mendapatkan funding, terutama di zona Missing Middle/Series B. Diharapkan nantinya startup-startup Indonesia dapat tumbuh dan mempunyai value di mata investor nasional dan global sehingga akan lahir unicorn-unicorn berikutnya di Indonesia,” jelas Menteri Kominfo Rudiantara

dikutip dari SIARAN PERS NO. 251/HM/KOMINFO/12/2017

Pada 2018 excellence.asia menjadi salah satu kandidat startup yang dipilih oleh Kominfo dalam program NEXTICORN. excellence.asia hadir dalam pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh Kominfo, baik di Jakarta maupun Bali. Program ini menjadi kesempatan untuk bisa membangun jejaring yang luas baik dengan para calon investor dan sesama startup e-commerce di Indonesia.

3. Berhasil Membina lebih dari 1650 Small Business Owner (UMKM) di 8 Kota Besar di Indonesia

Peserta EXCELLOKA di Semarang

EXCELLOKA by excellence.asia merupakan program pelatihan khusus bagi pengembangan pelaku bisnis UKM. Dimulai dari Maret 2018 EXCELLOKA telah menghadirkan 24 kelas pelatihan di Jakarta dan 7 kota besar lain, yakni Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Palembang, dan Makassar. Dalam kesempatan ini EXCELLOKA menghadirkan entrepreneur lokal untuk bisa berbagi tentang “bagaimana membangun dan mengembangkan bisnis”. Beberapa entrepreneur lokal yang digandeng oleh EXCELLOKA adalah Bandeng Juwana, Pempek Lince, Madhang Indonesia, HGL House, Guten Inc, Gambaran Brand dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, dalam program ini EXCELLOKA juga menggandeng pemerintah daerah untuk memberikan dukungan terhadap perkembangan UKM.

Program EXCELLOKA berhasil memberikan pelatihan untuk total 1.690 Small Business Owner (UMKM) di Indonesia. Semua Small Business Owner binaan EXCELLOKA mendapat kesempatan untuk belajar mengembangkan bisnis mulai dari sisi Marketing, Good Governance, Finance, Operation, serta Human Resources.

“Untuk UMKM ‘naik kelas’ banyak jalan yang harus dilalui, salah satunya dengan mengikuti pelatihan bersama EXCELLOKA”, ungkap Dra Litani Satyawati Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang.

dikutip dari JawaPos.com

4. Mendukung Indonesia Blockchain Network (IBN) dan BEKRAF dalam Indonesia Blockchain Forum

Pada 30-31 Oktober 2018 excellence.asia mendukung terselenggaranya BEKRAF Blockchain Forum di Balai Kartini Jakarta bersama Indonesia Blockchain Network (IBN).

Suasana saat Indonesia Blockchain Forum

IBN merupakan grup yang mengakomodasi dan memfasilitasi pertumbuhan teknologi aset digital di Indonesia. IBN bertujuan untuk membantu teknologi blockchain diadopsi dan diakui secara global, diimplementasikan dengan baik untuk merevolusi dan mengganggu bagaimana data, nilai, aset, dan kontrak berinteraksi dan ditransaksikan tanpa perlu pihak ketiga.

Dalam seminar bertema “Memperkuat Ekonomi Digital untuk Kesejahteraan Bangsa” hadir lebih dari 500 peserta yang terdiri dari pengembang, profesional, CEO, CTO, COO, karyawan, penggemar blockchain, kreatif, inovator, pengajar dan pelajar. Mereka hadir dan membangun jaringan untuk belajar, membagikan dan menjelajahi potensi dari teknologi baru ini.

5. Bekerja sama dengan MAKERFEST by Tokopedia Memberikan Pelatihan untuk Makers Indonesia

Foto bersama Founder Tokopedia

EXCELLOKA by excellence.asia berkolaborasi dengan MAKERFEST by Tokopedia untuk memberikan pelatihan untuk 120 Makers di kota Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Denpasar. EXCELLOKA memberikan Pelatihan Intensif selama 2 hari pada masing-masing kota dengan mengangkat tema tentang “Business Mastery to Action”.

Tidak hanya itu, EXCELLOKA juga memberikan pelatihan untuk para 24 finalis MAKERFEST pada 11-13 Desember 2018 di Century Park Hotel, Jakarta. Pada kesempatan ini hadir pula para pelaku bisnis sukses seperti Kopi Tuku, Ria Miranda, Manual.id, dan Filosofi Kopi untuk berbagi strategi dalam membangun bisnis.

“Kami mendapatkan tiga besar finalis dari setiap kota. Sejak awal Desember, 24 finalis terpilih dari seluruh Indonesia didatangkan ke Jakarta untuk mendapatkan sesi pendalaman bisnis dari excellence.asia sebagai lembaga konsultan bisnis independen,” kata Wiliam Tanuwijaya.

dikutip dari Merdeka.com

Demikian Kilas Balik excellence.asia 2018 dengan 5 milestones yang telah dilalui. Tahun 2019 akan menjadi tahun yang menarik bagi excellence.asia. Ada banyak program dan fitur yang sudah kami rencanakan dan semua itu kami lakukan untuk dapat mewujudkan visi dan impian excellence.asia agar pengetahuan dapat diakses oleh semua orang tanpa batas.

Selamat Datang 2019 !

Sekarang #CumaButuhKomitmen untuk mengembangkan bisnis kamu


Banyak orang bilang “dunia fashion dan kuliner gak akan pernah habis, semua orang butuh makan dan butuh pakaian”. Yup, sandang, pangan, papan adalah tiga kebutuhan pokok dan mendasar manusia. Tren terus berkembang mengikuti perkembangan jaman. Dunia fashion misalnya, gak cuma soal pakaian, tetapi mencakup gaya rambut, aksesoris, dan kecantikan. Buat kamu para perempuan, tentu tahu bahwa sekarang banyak sekali skincare yang dibuka dan menawarkan service perawatan kecantikan dengan harga bersaing.

Era teknologi ini membawa pergeseran pasar, di mana orang-orang dapat dengan mudah membeli barang dan melakukan transaksi secara online. Hadirnya marketplace mempermudah orang melakukan pembelian dengan harga yang lebih murah. Barang-barang fashion memilki tempat istimewa buat penggemar belanja online. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya layanan fashion commerce lokal dan asing.

Dikutip dari Daily Social – Pembuatan barang-barang merk sendiri, atau yang lebih kenal sebagai private label, dan pendekatan skema O2O (online-to-offline) disebut menjadi kunci mendominasi pasar ini. Jika awalnya fokus utama layanan fashion commerce adalah menyediakan pilihan produk beragam dari merchant, seiring dengan perubahan pola konsumsi pelanggan dan makin maraknya kehadiran toko online yang memanfaatkan media sosial, secara perlahan layanan fashion commerce mulai beradaptasi dan mulai menghadirkan inovasi baru.

Inovasi seperti apa yang bisa dimunculkan untuk mengikuti perkembangan bisnis fashion di Indonesia? Kamu bisa mengetahuinya di https://exc.li/pasarkitafashion

Bagaimana dengan bisnis kuliner?

Dari kutipan Kontan, dikatakan bahwa Gabungan Industri Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) memproyeksikan, tahun 2018 ini, industri makanan dan minuman tumbuh lebih dari 10% atau lebih tinggi dari tahun 2017 lalu.

“Data Kementerian Perindustrian mencatat, industri makanan dan minuman menyumbang 34,95% dari Produk Domestik Bruto (PDB) non-migas pada triwulan III 2017, atau meningkat 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini sekaligus menjadi kontributor PDB industri tertinggi dibanding sektor lainnya.”

Jelas banget, bisnis kuliner menjadi bisnis yang menjanjikan. Berbagai inovasi makanan dan minuman bermunculan. Apa saja ya, bisnis kuliner yang ngehits di tahun 2018? Berikut 3 tren bisnis kuliner yang lagi hits di tahun 2018.

1.Salted egg chicken

 

Nah, kalau mendengar salted egg chicken tentu kamu uda gak asing lagi kan? Ayam saus telur asin ini jadi makanan yang ngehits di tahun 2018. Banyak orang menyukai jenis saus yang tergolong baru ini. Mungkin beberapa tahun lalu kalau ngomongin soal “saus” pasti identik dengan pedas, asam, manis. Nah, tahun 2018 ini membawa pergeseran rasa saus menjadi ‘saus rasa telur asin’. Banyak cafe ataupun restoran menjadikan salted egg chicken menjadi menu andalan. Bahkan salah satu produsen junk food  yang terkenal di Indonesia sengaja membuat varian menu salted egg chicken, lho.

2. Thai Mango

Gak cuma makanan yang menjadi idola. Minuman thai mango juga digandrungi oleh masyarakat Jakarta dan kota-kota lainnya. Thai mango ini jadi salah satu jenis minuman favorit dan hits di tahun 2018. Minuman ini disajikan dengan berbahan jus mangga, es serut mangga, whipped cream, dan diberi toping potongan buah mangga. Salah satu brand terkenal bernama King Mango Thai membuka gerainya di salah satu mall di Jakarta. Brand ini merupakan salah satu brand asal Thailand. Orang rela mengantre berjam-jam untuk membelinya. Melihat ketertarikan masyarakat, maka mulai bermunculan berbagai produk sejenis dengan brand-brand lokal yang dijual.

3. Es Kepal Milo

Kalau mendengar kata ‘es kepal milo’ pasti udah gak asing lagi. Beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan ‘es kepal milo’. Mendadak produk ini menjamur dan banyak dicari orang. Minuman yang viral di kalangan netizen ini membuat orang-orang penasaran. Banyak penjual es kepal milo berjamuran, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di kota-kota lain. Tidak hanya menjadi kuliner yang hits secara offline, tetapi ‘es kepal milo’ menjadi trending topik di sosial media.

Nah, itu tadi bisnis yang lagi hits di tahun 2018. Buat kamu para entrepreneur, khususnya yang bergerak di bidang fashion dan kuliner gak perlu khawatir. Gak perlu takut bisnis kamu tersaingi, justru kamu harus membangun strategi yang lebih jitu untuk menghadapinya. Gimana caranya? Ikuti https://exc.li/pasarkitakuliner

 

Jakarta, 21 Mei 2018 – excellence.asia berkunjung ke IDN Media yang berkantor di Gedung IDN Creative Lab Jakarta Barat. Dalam program media visit kali ini Viktor Yanuar S (CEO dan CoFounder excellence.asia), Richard Tirtadji (CFO excellence.asia) dan Paskalia (Public Relations Associate excellence.asia) berdiskusi bersama Fira Basuki (Head of Communication and Strategy IDN Media) dan Adita Putri (PR and Partnership IDN Media).

Media Visit  ini merupakan salah satu strategi untuk memperluas jaringan excellence.asia sebagai marketplace yang bergerak dalam bidang professional education. Kalian pasti tau dong, kalau IDN Media merupakan  salah satu media millenials di Indonesia. Tidak hanya itu, IDN Media sendiri memiliki beberapa unit bisnis yang terdiri dari IDN Times, Popbela.com, Popmama, Yummy, IDN Event, IDN Creative, dan IDN Creator Network. Jelas banget kalau IDN Media ini jadi salah satu media online yang famous di kalangan generasi millenials.

“Kami sangat senang karena excellence.asia mau berkunjung ke kantor IDN Media, kita ada dua kantor di Jakarta dan Surabaya” ungkap Fira Basuki.

Kehadiran excellence.asia disambut baik oleh IDN Media. Tidak hanya itu, dalam program media visit ini Fira Basuki juga mempresentasikan sejarah berdirinya IDN Media serta program-program yang dilaksanakan. Bahkan tim excellence.asia diajak untuk berkeliling melihat kantor IDN Media. Kantornya kece dan bikin kita nyaman dengan desain interior yang simple dan pastinya ‘jaman now’ banget.

excellence.asia merupakan “digital ecosystem for professional education”. Visi excellence.asia adalah menciptakan ekosistem digital untuk pendidikan profesional dan bisnis sehingga pengetahuan dapat diakses oleh semua orang tanpa batas. Sebagai salah satu marketplace yang bergerak dalam pendidikan profesional, excellence.asia sangat terbuka pada peluang kerja sama, lho. Kolaborasi dan Partnership menjadi hal yang paling penting bagi excellence.asia untuk bisa mewujudkan visi-nya agar pengetahuan dapat diakses oleh semua orang tanpa batas.

Fira Basuki juga mengungkapkan IDN Media kini menjadi media online dengan jumlah visitor peringkat ketiga di Indonesia. Tidak hanya itu, IDN Media juga memiliki tingkat people engagement nomor satu. Hal ini menunjukkan IDN Media merupakan media massa online yang patut diperhitungkan. Apalagi dengan perkembangan dunia teknologi membuat masyarakat dapat mengakses semua informasi tanpa batas. Artinya, IDN Media memiliki peluang yang besar untuk jadi media nomor satu di Indonesia.

“Saat ini mulai banyak Millenials yang menjadi small-business owners. Partnership dengan IDN Media, yang merupakan media yang fokus di Millenials, merupakan salah satu usaha agak lebih banyak lagi Small-Business Owner yang dapat meningkatkan bisnis mereka melalui program EXCELLOKA by excellence.asia ini”, ungkap Viktor Yanuar S.

excellence.asia saat ini sedang menjalankan satu program bernama EXCELLOKA. EXCELLOKA adalah program pelatihan gratis berkesinambungan untuk Small-Business Owner. Tujuan dari EXCELLOKA adalah untuk membantu Small-Business Owner untuk mengembangkan bisnis dengan memberikan pengetahuan mulai dari sales, digital marketing, customer service, hukum, finance accounting, pajak, business operation, dan masih banyak lagi, secara gratis. Peserta EXCELLOKA dapat mengikuti lebih dari 100 workshop di 11 kota besar di Indonesia dan mengakses lebih dari 200 eLearning yang berguna untuk perkembangan bisnis mereka.

Gimana, kamu tertarik?

Cek http://www.excelloka.com

 

Jakarta, 19 Mei 2019 – excellence.asia mendukung gerakan Indonesia Mengajar untuk memajukan pendidikan di Indonesia dengan memberikan pelatihan secara gratis untuk pengembangan kualitas dan kompetensi SDM baik bagi para pengajar muda, officer, alumni Pengajar Muda, maupun relawan. Pelatihan yang diberikan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dari Indonesia Mengajar. Pelatihan pertama telah terlaksana di kantor Indonesia Mengajar mulai pukul 19.00 – 21.00 WIB. Pelatihan ini bertema “Mastering Public Speaking” bersama Rudy Lim sebagai salah satu partner yang tergabung dalam excellence.asia. Pelatihan yang diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari manajer dan staf Indonesia Mengajar bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyampaikan informasi dengan tepat agar mudah dipahami oleh audience. Dalam pelatihan ini sekaligus dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Viktor Yanuar S selaku CEO  dan CoFounder excellence.asia dan Haiva Ratu Muzdaliva selaku Managing Director Indonesia Mengajar.

“Visi excellence.asia adalah membuat pengetahuan dapat diakses oleh semua orang tanpa batas, dan kerja sama dengan gerakan Indonesia Mengajar adalah salah satu dari inisiatif excellence.asia untuk mewujudkan visi kami tersebut ,” ungkap Viktor Yanuar S sebagai CEO dan CoFounder excellence.asia.

excellence.asia merupakan “digital ecosystem for professional education”. Visi excellence.asia adalah menjadi menciptakan ekosistem digital untuk pendidikan profesional dan bisnis sehingga pengetahuan dapat diakses oleh semua orang tanpa batas.

Indonesia Mengajar adalah merupakan suatu program yang menggerakkan para sarjana terbaik Indonesia untuk mengajar di Sekolah Dasar yang kekurangan guru berkualitas di daerah terpencil. Hal ini sebagai upaya untuk  meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara keseluruhan dan sekaligus menjadi wahana pengembangan kepemimpinan bagi para sarjana tersebut.

Pengembangan kualitas dari SDM merupakan salah satu komponen yang terpenting dalam gerakan Indonesia Mengajar agar dapat selalu memberikan yang terbaik dalam mewujudkan visi dan misinya, serta kerja sama antara excellence.asia dan Indonesia Mengajar diharapkan dapat memenuhi komponen tersebut. Tidak hanya melalui pelatihan “Mastering Public Speaking”, excellence.asia akan mendukung Indonesia Mengajar dengan memberikan berbagai pelatihan gratis selama 1 tahun ke depan. Melalui program ini excellence.asia juga akan mendorong para professional trainers yang sudah bergabung sebagai partners di excellence.asia untuk berkontribusi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia secara nyata.

Hingga saat ini dalam platform www.excellence.asia sudah ada lebih dari 850 trainer yang telah bergabung dan, menawarkan lebih dari 800 courses. Melalui platform ini para trainer dapat mempromosikan courses sesuai dengan ekspertise yang dimiliki. Tidak hanya itu, platform www.excellence.asia juga mengedepankan transparansi dalam dunia pelatihan, sehingga publik tidak hanya dapat mengakses profil dan deskripsi pelatihan, tetapi juga dapat mengakses harga training yang ditawarkan. Dengan demikian excellence.asia menjadi terobosan baru baik bagi individu maupun perusahaan untuk dapat menemukan training yang dibutuhkan sesuai dengan harga yang diinginkan. excellence.asia menghubungkan bisnis dengan trainer dengan segala latar belakang ilmu dan kompetensi yang tersebar di seluruh Indonesia. excellence.asia juga baru-baru ini meluncurkan EXCELLOKA, program pelatihan gratis berkesinambungan untuk small-business (UMKM) Indonesia, dimana small-business (UMKM) dapat mengikuti lebih dari 120 workshop di 11 kota besar Indonesia dan mengakses lebih dari 250 eLearning secara gratis untuk mengembangkan bisnis mereka.

Hai, artikel kali ini bakal ngelanjutin Edisi Ngobrol Bisnis 1 “Mulai Aja Dulu dalam Berbisnis, Bener atau Gak, sih?” Kemarin kita ngobrol bareng Ciccha Hudaya (Owner HGL House) yang akrab disapa Mbak Ciccha dan Muhammad Ramadhan (Owner Guten Inc) yang biasa dipanggil Mas Madhan tentang awal mula mereka memulai bisnisnya.

Dalam Edisi Ngobrol Bisnis 2 ini kita akan membahas tentang strategi dari HGL House dan Guten Inc dalam mempertahankan bisnisnya. Penasaran? Yuk, kita simak!

Harus Mau Belajar

“Saya mengakui kalo bisnis sepatu kulit itu gak gampang, rumit banget,”ungkap Mas Madhan. Ia mengatakan bahwa dirinya memulai bisnis Guten Inc berawal dari hobi. Sehingga Mas Madhan mempelajari tentang sepatu kulit dimulai dari hal terkecil. Mulai dari jenis-jenis kulit, proses produksi, hingga proses pemasaran. “Saya harus bisa ngitung modal berapa dan untungnya berapa. Saya juga harus memahami minat konsumen. Mungkin konsumen suka kalo sepatu kulit gak ada cacatnya. Padahal bayangkan saja, manusia yang tiap hari ke salon aja ada jerawatnya. Gimana dengan kulit sapi?” kata Mas Madhan.

Hal ini jelas menunjukkan bahwa tidak mudah untuk menjalankan bisnis. Ia juga mengungkapkan dalam bisnis sepatu kulit Guten Inc hal yang paling sulit adalah terkait produksi. Mas Madhan mengakui kalau masalah produksi gak pernah habis.

Dirinya tidak putus asa dalam mengalami masalah, justru pemilik Guten Inc ini semakin tertantang untuk menemukan solusi dari permasalahan yang selalu muncul. Bagaimana caranya?

“Saya harus mau belajar terus,” tutur Mas Madhan.

Menanamkan Nilai

Kalau bisnis dimulai dan dikelola, gimana caranya membuat semua karyawan bisa sejalan dengan pemilik usaha? Mbak Ciccha sebagai pemilik HGL House berkata, “Saya menganggap semua karyawan HGL House kayak keluarga sendiri. Saya bukan tipikal orang yang saklek dalam kerjaan, bahkan saya malah sering gak di kantor.” Pemilik HGL House ini membiarkan karyawannya bekerja dengan style dan cara masing-masing.

“Bisa dibilang gaya kepemimpinan yang saya terapkan adalah gaya kepemimpinan kekeluargaan. Saya membebaskan temen-temen untuk berimprovisasi, yang penting value nya tetep Happy Go Lucky,” papar Mbak Ciccha.

Dalam menanamkan nilai-nilai Happy Go Lucky kepada semua karyawan sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dari Mbak Ciccha sebagai pemilik. Terbukti gaya kepemimpinan Mbak Ciccha yang mengedepankan kekeluargaan dapat meningkatkan kreativitas karyawan yang mayoritas adalah generasi milenial.

Membangun Strategi Jangka Panjang

Gak cuma selalu mau belajar dan menanamkan nilai ke karyawan, tetapi pemilik Guten Inc dan HGL House ini juga membangun strategi jangka panjang untuk bisnis mereka. Strategi kayak gimana, ya?

“Guten Inc berjalan dari omset senilai Rp 7 juta hingga Desember 2017 menjadi  Rp 1,6 M. Kita selalu simpan uang dengan hati-hati. Dulu kita mikir banget mau sewa ruko karena kemahalan. Sehingga muncul ide untuk sewa gudang sekalian buat toko dan tempat tinggal.” papar Mas Madhan. Omset Guten Inc terus meningkat hingga mereka bisa mengembangkan bisnis melalui online, membuka store offline, dan masuk ke beberapa marketplace besar di Indonesia dan Asia. Tidak hanya itu, Guten Inc menggunakan strategi marketing dengan menggunakan brand ambassador. “Baru-baru ini kita menggunakan Wak Doyok untuk masuk ke pasar Malaysia,” ungkap Mas Madhan. Guten Inc tidak besar begitu saja, melainkan melalui perjuangan yang panjang dan semua bermula dari hobi yang selalu ditekuni.

Sedangkan pemilik HGL House, Mbak Ciccha mengungkapkan bahwa HGL House siap melakukan ekspansi dengan membuka store HGL House di beberapa kota di Indonesia.

“HGL House melakukan dua strategi marketing, online dan offline. Keduanya saling terintegrasi. Hal ini terbukti, ketika kita ada promo di online ternyata ngaruh juga ke penjualan store offline, begitu pula sebaliknya,” kata Mbak Ciccha.

Edisi Ngobrol Bisnis 2 ini semoga bisa memotivasi kita untuk semakin mengembangkan bisnis yang sedang kamu kelola. Kalau bisnis udah mulai, bagaimana mempertahankannya? HGL House dan Guten Inc bahwa bisnis lokal juga bisa sukses. Kalau mereka bisa, bagaimana dengan kamu?

Nantikan Edisi Ngobrol Bisnis 3 bersama EXCELLOKA by excellence.asia!

Check  http://www.excelloka.com

Jakarta, 6 Februari 2018 excellence.asia sebagai training marketplace di Indonesia yang juga merupakan start up binaan IDX Incubator meresmikan program EXCELLOKA. Peresmian dilakukan bersama dengan Pembukaan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia. EXCELLOKA menjadi terobosan bagi excellence.asia untuk meningkatkan kualitas UMKM Indonesia.

EXCELLOKA adalah program pelatihan berkelanjutan untuk UMKM Indonesia. EXCELLOKA diambil dari kata excel (percepatan) dan loka (dimensi) berarti dimensi percepatan. excellence.asia mengusung nama ini dengan harapan dapat menjadi dimensi bagi UMKM di Indonesia untuk bisa mempercepat perkembangan bisnisnya. Program ini akan dimulai 10 Maret 2018 di Jakarta.

“Melalui program EXCELLOKA, excellence.asia hadir memberikan pilihan kepada setiap bisnis dan individu dalam mendapatkan pelatihan, termasuk UMKM Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk mewujudkan ekosistem digital dalam industri pelatihan di mana pengetahuan dapat diakses oleh semua orang ‘tanpa batas’,” ungkap Viktor Yanuar S, CEO dan CoFounder excellence.asia.

UMKM yang berminat hanya diwajibkan membayar dana komitmen sebesar Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta dan akan dikembalikan seluruhnya* di akhir pelatihan.

Hadirnya EXCELLOKA bertujuan untuk memberikan pelatihan berkualitas secara menyeluruh untuk meningkatkan kualitas UMKM, mulai dari pemasaran, penjualan, branding, pelayanan pelanggan, hukum, administrasi, keuangan, akuntansi, pajak, operasional, dan sumber daya manusia; secara gratis*. Metode yang digunakan dalam EXCELLOKA adalah gabungan antara online training dan offline workshop.  

Target dari EXCELLOKA adalah UMKM di Indonesia pada umumnya dan Jabodetabek pada khususnya. Selama 8 bulan, diharapkan lebih dari 1,500 UMKM di Indonesia dapat merasakan dimensi percepatan bisnis melalui EXCELLOKA. Selain Jabodetabek, EXCELLOKA juga akan mengunjungi sembilan kota pusat UMKM lain di Indonesia, yaitu Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Palembang, dan Makassar.

UMKM yang ingin mendaftar EXCELLOKA dapat dilakukan dengan cara online melalui www.excelloka.com. UMKM dapat mendaftar sekaligus melihat kurikulum EXCELLOKA mulai Maret-November 2018. Sehingga pelatihan ini dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Tidak hanya itu, dalam pelatihan ini akan dilakukan Penilaian Kesehatan UMKM bekerja sama dengan School of Business Management – Institut Teknologi Bandung. Sehingga peserta yang mengikuti EXCELLOKA nantinya akan dapat memperoleh hasil penilaian kesehatan bisnis yang dijalankan.

Menurut data Bank Indonesia, UMKM Indonesia memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja sekitar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional dan memiliki kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sekitar 57%. Jumlah UMKM pun selalu meningkat setiap tahun. Menurut data terakhir dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (2013), ada lebih dari 57,8 juta UMKM di Indonesia.

Kendati demikian, peningkatan UMKM dari sisi jumlah tidak diikuti dengan peningkatan kualitas dari UMKM tersebut. Hampir semua kajian terhadap UMKM yang dilakukan selama ini, termasuk yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) bekerja sama dengan Bank Indonesia, menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh UMKM adalah seputar pembiayaan dan kurangnya kemampuan Manajemen Usaha serta rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Hadirnya EXCELLOKA tentu menjadi terobosan baru bagi excellence.asia untuk turut serta dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. “Saya ingin UKM Indonesia naik kelas,” ungkap Presiden Jokowi. Kapan dimulai? Semua dimulai dari dimensi percepatan untuk UMKM Indonesia bersama EXCELLOKA.

#UMKMJUGABISA

 

“We think hackers are most productive when they can spend most of their time hacking. Our goal is to create an environment where you can focus exclusively on getting an initial version built.”

Kalimat di atas adalah filosofi dari Y Combinator. Mungkin kita belum tahu, apa itu Y Combinator?

Y Combinator adalah perusahaan Venture Capitalist asal Amerika. Venture Capitalist menurut National Venture Capital Association FAQ, merupakan investor-investor profesional yang mengkhususkan diri dalam pendanaan dan membangun perusahaan baru yang inovatif. Venture Capitalist adalah investor jangka panjang yang mengambil pendekatan terlibat dengan semua investasi mereka dan secara aktif bekerja sama dengan tim manajemen kewirausahaan dalam rangka membangun perusahaan besar. Y Combinator menjadi salah satu perusahaan Venture Capitalist terkenal asal Amerika.

Paul Graham  merupakan sosok dibalik berdirinya Y Combinator. Pria kelahiran 13 November 1964 ini adalah seorang programmer, penulis, dan investor. Pada 1995 dia bersama Robert Morris memulai Viaweb yang merupakan perusahaan SaaS (Software as a Service) pertama. Viaweb sendiri diakusisi oleh Yahoo pada 1998, yang kemudian menjadi Yahoo Store.

Pada 2001 Paul Graham mulai mempublikasikan essay nya dalam paulgraham.com Pada tahun 2015 website tersebut sukses memperoleh 34 juta page views. Hingga saat ini sudah lebih dari 50 essay ia publikasikan dalam website paulgraham.com

Paul Graham menuliskan tiga buku berjudul On Lisp (Prentice Hall, 1993), Ansi Common Lisp (Prentice Hall, 1995), dan Hacker and Painters (O’Reilly, 2004).

Pada 2005 ia bersama Jessica Livingston, Robert Morris, dan Trevor Blackwell memulai Y Combinator sebagai startup incubator dengan jenis baru yang pertama. Sejak 2005 Y Combinator telah mendanai 1000 startup, termasuk Dropbox, Airbnb, Stripe, dan Reddit. Hingga saat ini Y Combinator terus berkembang, salah satunya dengan adanya Startup School yang merupakan program pelatihan bagi para startup di dunia. 

Source: http://paulgraham.com/