Saat baru saja mendirikan bisnis baru, biasanya banyak hal yang harus dilakukan sekaligus oleh pemilik bisnis. Kamu dituntut untuk secara rata membagi waktu, tenaga, dan perhatian terhadap berbagai komponen. Dari sekian banyak hal tersebut, laporan keuangan bisnis merupakan salah satu yang terpenting untuk dikelola. Lebih dari sekadar pencatatan finansial, laporan keuangan menyimpan data krusial yang dapat digunakan sebagai dasar informasi akuntansi usaha mikro untuk mengambil keputusan.

Terus gimana dong kalau kamu tidak memiliki background akuntansi atau keuangan sama sekali?

Perasaan bingung dan clueless pun muncul. Namun, kabar baiknya kamu tetap bisa mempelajari penyusunan laporan keuangan walau tak memiliki background akuntansi sekali pun. Berikut ini panduan bagi para pebisnis baru untuk memudahkan pengelolaan akuntansi usaha mikro, khususnya laporan keuangan.

Manfaat Membuat Laporan Keuangan

Laporan keuangan dapat menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan sebuah bisnis. Dari data finansial yang tertara, kamu bisa melihat apakah bisnis kamu mengalami keuntungan atau kerugian. Tentunya masih ada manfaat lain yang bisa kamu dapatkan dari pembuatan laporan keuangan bisnis. Berikut ini beberapa di antaranya.

Alat pengambil keputusan – Setelah mengetahui kondisi finansial dari laporan keuangan bisnis, kamu pun bisa mengambil keputusan demi kemajuan bisnis UKM kamu.

Menentukan kelayakan usaha – Membantu memudahkan kamu dalam mendapatkan pendanaan dari investor, pasalnya calon investor pasti akan meminta kamu untuk memperlihatkan laporan keuangan.
Mempermudah proses pelaporan pajakPelaku bisnis diwajibkan membayar dan melaporkan pajak secara rutin, yang mana hal ini didasarkan pada laporan keuangan bisnis.

7 Jenis Laporan Transaksi Keuangan

Pembuatan laporan keuangan bisnis bertujuan agar kamu dapat mengetahui arus kas (cash flow) bisnis kamu, mulai dari sumber pemasukan, ke mana saja uang dibelanjakan, produk mana yang paling banyak menghasilkan profit, dan sebagainya. Nah, dalam membuat laporan keuangan akuntansi usaha mikro, setidaknya ada tujuh jenis pembukuan yang harus kamu susun, yaitu:

Buku kas – berfungsi mencatat keluar masuknya yang dalam satu periode dan bertujuan memberikan gambaran aktivitas bisnis dalam hal operasi, investasi, dan pendanaan.

Buku biaya – untuk mencatat biaya yang kamu keluarkan selama proses produksi, mulai dair membayar gaji karyawan, tagihan listrik, sewa tempat usaha, dan sebagainya.

Penjualan barang – untuk mencatat penjualan barang yang dilakukan selama periode tertentu, biasanya disertai dengan salinan faktur yang telah dibuat.

Persediaan barang – pencatatan persediaan barang yang dilakukan secara rutin, baik jumlah barang hingga harga pokoknya.

Pembelian barang – hanya untuk pencatatan pembelian-pembelian yang tidak dibayar secara tunai, diisi secara rutin berdasarkan faktur-faktur pembelian.

Buku piutang – berisi laporan pembayaran yang belum terlunasi, memudahkan kamu untuk memonitor sudah berapa lama piutang tidak tertagih sehingga kamu bisa segera mempercepat penarikan utang.

Buku utang – berisi laporan utang perusahaan yang harus dibayar pada periode tertentu kepada pihak lain.

Penyusunan Transaksi Keuangan

Memang ada tujuh jenis laporan transaksi keuangan yang harus kamu susun demi keberlangsungan bisnis. Namun, saat transaksi terjadi, idealnya kamu hanya perlu mencatatnya pada beberapa jenis pembukuan. Saat terjadi pengeluaran biaya, misalnya, kamu hanya perlu mencatatnya dalam buku kas dan buku biaya. Berikut pembagiannya:

Buku yang dilibatkan saat transaksi penjualan

Laporan keuangan, bisnis, laporan keuangan bisnis, bisnis UKM, UKM, usaha, usaha mikro, akuntansi

Buku yang dilibatkan saat transaksi pembelian

Laporan keuangan, bisnis, laporan keuangan bisnis, bisnis UKM, UKM, usaha, usaha mikro, akuntansiNah, untuk bisa membuat laporan keuangan bisnis saat transaksi-transaksi tersebut, kamu harus lebih dulu menyusun neraca. Tujuannya adalah mengetahui posisi perusahaan pada periode tertentu. Idealnya, neraca terdiri dari tiga unsur, yakni harta (aset tetap dan tidak berwujud), kewajiban (utang), dan modal (selisih antara keduanya).

Katakanlah saat ini kamu memiliki uang tunai Rp5.000.000 dengan persediaan barang senilai Rp25.000.000. Kamu juga punya utang sebesar Rp10.000.000 ke beberapa pihak. Sedangkan, modal kamu adalah Rp24.000.000. Berikut neraca awal yang bisa dibuat:

Laporan keuangan, bisnis, laporan keuangan bisnis, bisnis UKM, UKM, usaha, usaha mikro, akuntansi

Diketahui bahwa kamu memiliki kondisi neraca awal yang seimbang, yakni Rp30.000.000. Setelah itu, baru kamu bisa menyusun laporan transaksi keuangan sesuai dengan situasi yang terjadi. Misalnya, kamu memiliki bisnis pakaian wanita. Pada 5 Februari 2018, kamu berhasil menjual rok bawahan, kemeja, dan kaus dengan total keseluruhan Rp10.000.000. Beberapa hari setelahnya, kamu membayar sewa bangunan sebesar Rp1.000.000 dan tagihan listrik sebesar Rp500.000. Pembukuan yang akan dipengaruhi oleh transaksi ini adalah:

Laporan keuangan, bisnis, laporan keuangan bisnis, bisnis UKM, UKM, usaha, usaha mikro, akuntansiMenghitung Pendapatan

Nah, jika hendak menghitung pendapatan bisnis, kamu harus menghitung harga pokok penjualan (HPP) terlebih dulu, yakni dengan rumus:

HPP = Saldo persediaan awal + pembelian barang – persediaan

Baru setelah itu kamu bisa menghitung laba bersih dan laba kotor menggunakan rumus:

Laba kotor = Penjualan – HPP

Laba bersih = Laba kotor – biaya

Itulah panduan singkat bagi kamu para pebisnis baru untuk menyusun laporan keuangan bisnis. Kalau kamu masih bingung kamu bisa memperdalam materi ini bersama EXCELLOKA, lho.

Sumber artikel : http://www.sleekr.co/blog

 

Bagaimana mempersiapkan agar kamu dapat membuat laporan keuangan untuk bisnis yang kamu kelola? Simak LOKA 11 : “Perfect Financial Report for Business Growth” pada hari Jumat, 13 Juli 2018 jam 18.30 WIB di Estubizi Wolter Monginsidi bersama Bambang Willianto, SE Ak, MAk, CA, CPA, AAP-B.

Daftar sekarang juga di http://exc.li/loka11

Komitmen kamu untuk menjadi wirausahawan dimulai sekarang!

 

 

 

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

If you agree to these terms, please click here.