Menjadi entrepreneur saat ini menjadi salah satu idaman bagi masyarakat, terutama untuk generasi milenial. Salah satu pilihan bisnis yang saat ini banyak berkembang adalah bisnis kuliner. Jika kamu ingin mencoba menjadi seorang pebisnis kuliner, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Dibutuhkan lebih dari sekadar makanan enak untuk memulai bisnis kuliner yang sukses. Kamu membutuhkan sistem manajemen yang mendukung bisnis kamu untuk berkembang. Tidak hanya itu, kamu juga harus memperhatikan selera konsumen. Dan hal yang terpenting adalah bagaimana kamu  menjadikan produk yang kamu jual adalah produk ter percaya.”

Pertanyaan yang sering muncul adalah “Bagaimana caranya untuk bisa memulai bisnis kuliner?”

excellence.asia kali ini memberikan 6 Tips Buat Kamu yang Mau Memulai Bisnis Kuliner

1. Cobalah untuk belajar dari brand yang lebih besar

Kalau kamu ingin menjadi pebisnis, tidak ada salahnya untuk belajar dari industri besar. Kamu bisa mencoba melihat brand-brand kuliner terkenal saat ini. Cobalah untuk melakukan riset kecil terkait brand tersebut. Kamu bisa menggali berbagai hal, mulai dari strategi pemasaran, varian rasa dalam produk, keunikan produk, bahkan cara pembuatan produk. Riset ini bisa kamu lakukan secara online atau bisa kamu lakukan secara langsung. Misalnya, kamu mendatangi salah satu restoran terkenal di daerah kamu tinggal. Kamu bisa merasakan mulai dari rasa menu, pilihan menu yang ditawarkan, dan juga pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.

Apalagi buat kamu yang sempat bekerja di perusahaan industri makanan, kamu bisa mempelajari pengalaman dari tempat kamu bekerja. Belajar dari brand yang lebih besar tidak salah, loh. Justru hal ini bisa menjadi motivasi kamu untuk bisa sukses dalam berbisnis kuliner.

BACA JUGA :  6 Tips Membangun Brand Buat Entrepreneur

2. Perjelas konsep bisnis kamu sejak awal

Akan jauh lebih menguntungkan apabila kamu sudah menentukan tujuan dari bisnis yang kamu bentuk sejak awal. Walaupun kamu masih dalam tahapan merintis bisnis, tidak ada salahnya untuk membuat visi dan misi. Hal ini tentu tidak hanya diterapkan dalam bisnis kuliner, tetapi pada semua jenis bisnis. Apabila kamu menjalankan bisnis kuliner, maka coba tentukan visi dan misi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Hal ini sangat penting agar kamu tidak kehilangan arah di tengah perjalanan dalam berbisnis.

Kebanyakan pebisnis pemula, hanya memulai bisnis karena ‘coba-coba’, sehingga dia tidak memiliki konsep yang jelas. Bahkan tidak sedikit yang di tengah perjalanan bisnisnya mengalami penurunan. Misalnya, di awal membuka bisnis toko kue. Namun setelah berjalan 6 bulan toko kue nya semakin sepi, karena tidak memiliki konsep bisnis yang jelas ia mengurangi kualitas bahan produksinya dengan kualitas yang lebih murah. Harapannya ia bisa menjual kue dengan harga yang lebih murah, tetapi yang terjadi adalah bisnis nya semakin menurun karena kualitas kue yang diproduksi menjadi menarik bagi konsumen.  

Hal ini terjadi karena pemilik bisnis tidak menentukan konsep yang jelas saat memulainya. Konsep dalam berbisnis ini tidak hanya terkait dengan visi dan misi, tetapi mencakup sistem manajemen yang akan diterapkan.

3. Pelajari dan terapkan food safety dan halal

Berbisnis di bidang kuliner, tentu cita rasa sangat berpengaruh. Namun perlu diingat bahwa kamu tidak hanya bisa berkembang dengan mengandalkan rasa yang enak. Dalam bisnis kuliner kamu perlu memperhatikan keamanan dari produk yang kamu jual pada konsumen.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2012 Food safety atau Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk di konsumsi.  

Pemerintah Indonesia menegaskan melalui Undang-Undang agar masyarakat yang menjalankan bisnis dalam bidang pangan juga mencantumkan label halal. Buat kamu yang baru memulai bisnis kuliner tentu perlu mempelajari hal ini sejak awal. Sehingga jangan sampai kamu terjerat masalah hukum karena melanggar peraturan.

4. Dengarkan orang-orang di sekitar kamu

Sebagai seorang pebisnis baru, kamu akan menghabiskan banyak waktu untuk berpikir, bermimpi, dan merencanakan konsep kamu sehingga sulit untuk mundur dan melihat dari sudut pandang orang luar. Di situlah penasehat sangat penting. Kamu membutuhkan pendapat dari pihak luar, baik tentang produk yang dijual atau pelayanan yang diberikan.

Terbukalah terhadap masukan dari orang-orang di sekitarmu. Berbagai saran dan pendapat bisa kamu peroleh dari rekan kerja, karyawan, dan pelanggan. Apabila kamu ingin memperoleh masukan terkait produk, kamu juga bisa mengadakan survei kepuasan pelanggan. Hasil survey ini bisa digunakan untuk melakukan peningkatan terhadap kualitas produk. Tidak hanya itu kamu bisa memperoleh masukan dari orang yang lebih ahli. Tidak ada salahnya kamu mencoba berkonsultasi atau mengikuti coaching bisnis. Sehingga kamu bisa memperoleh banyak masukan terkait perbaikan proses bisnis.

“Terbuka terhadap berbagai masukan dari berbagai pihak adalah hal positif yang bisa membantu bisnis kamu semakin sukses”.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

If you agree to these terms, please click here.